Bisa Dipercaya

Perwakilan KSM Palembang Raih Medali Perunggu

_dsc0155

Palembang – Satu-satunya perwakilan kompetisi sains madrasah (KSM) dari kota Palembang, untuk tingkat nasional di Pontianak pada 22-27 Agustus lalu berhasil meraih medali perunggu.

Herdi Rahmatullah yang saat ini menduduki bangku kelas 12 madrasah aliyah (MA) negeri 3 Palembang, putra sulung dari tiga bersaudara buah hati pasangan Herman Sawiran dan Dewi Anggraini ini memiliki segudang prestasi dibidang akademik terutama matematika.

Berita Sejenis
1 daripada 3.088

Menurut keterangan Herdi, begitu sapaannya sehari-hari, dari kelas 10 ia tidak pernah keluar dari peringkat 4 besar di kelasnya, bahkan untuk kelas 10 kemarin ia berhasil meraih juara 3 umum di sekolahnya. “Dari kelas 10 saya sudah meraih peringkat 4 disemester pertama dan peringkat pertama disemester kedua, sedangkan di kelas 11 saya meraih peringtat 1 dan 2. Kelas 10 semester 2 juga saya berhasil meraih juara 3 umum,” papar anak muda kelahiran 13 Maret tahun 2000 ini kepada awak media di ruang guru MAN 3 Palembang, Kamis (15/9).

Putra sulung dari 3 bersaudara ini berhasil meraih medali perunggu dalam KMS tingkat nasional di bidang matematika yang diselenggarakan di Pontianak pada 22-27 Agustus lalu, dengan saingan 33 provinsi lainnya di Indonesia. Diakuinya, ia merasa sedikit gugup tatkala harus menjawab semua pertanyaan yang disediakan oleh panitia.  “Ada 4 soal esai yang harus diuraikan jawabannya dengan waktu 3 jam. Sebenarnya ada 8 soal, 4 dihari pertama adalah soal pembuka dan hari selanjutnya 4 soal yang harus dieksplorasi,” kata Hendri yang menenakan pakaian batik MAN 3 Palembang dan mengenakan peci sembari memegang medalinya.

Tahun lalu, lanjutnya, dirinya juga ikut seleksi untuk KSM nasional, tapi ia gagal dalam seleksi tingkat kota. Jadi, ia bertekad untuk belajar lebih giat dan mengikuti kegiatan klub matematika di sekolah setiap hari jum’at, dari pukul 13.00 sampai 16.30. “Tahun kemarin tidak ada soal agamanya, nah tahun ini ada soal agamanya. Itulah yang membuat saya unggul. Ada 20 soal pilihan ganda dan 5 soal esai untuk agama,” ujarnya sembari tersenyum simpul.

Diakuinya, materi yang paling sulit untuk ia hadapi adalah Deret aritgeomatrik. Materi ini cukup sulit karena belum berpengalaman membahas soal itu. “Saingan terberat itu dari MAN 3 Malang, yang berhasil meraih medali emas tutur satu-satunya perwakilan KSM dari Palembang ini.

Senada, pembina/pembimbing KSM matematika MAN 3 Palembang Maria Ulfa menambahkan, untuk selanjutnya, adik kelasnya atau penerus peserta KSM ini akan dilatih secara intens, anak-anak ini akan diberi soal-soal yang berkaliber nasional atau mengacu pada soal KSM tingkat nasional. Anak-anak ini juga mendapat bimbingan dari bimbingan belajar  Ganesha O peration (GO) pada saat melakukan di training center sebelum mengikuti KSM.

“Untuk meraih prestasi, harus disiplin kurikulum, bukan mata pelajaran saja yang diujikan tapi juga ide dan hasil pembuktiannya menggunakan rumus matematika.
Sebenarnya nilai lain yangvdiperlukan untuk meraih gelar juara itu adalah disiplin ilmu dan juga akhlaknya yang baik,” pungkasnya. (korankito.com/eja)