Kedapatan Mencopet, Dua IRT Ditangkap Polisi 

img_20160915_144246

Palembang – Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni Anjani (28) bersama Eka Susanti (37) yang tercatat sebagai warga Jalan KH Azhari, Lorong Keramasan, Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, harus berurusan dengan pihak kepolisian SU II Palembang.

Keduanya ditangkap, lantaran terlibat kasus pencopetan terhadap Mariam (23) yang tinggal di kawasan Kampung Bali, Lorong Srinanti, RT 12, RW 03, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsekta SU II Palembang, setelah diamankan petugas keamanan Giant Ekstra, dan diserahkan ke Polsek SU II Palembang, Selasa (13/9) sekitar pukul 21:00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi kedua pelaku bermula saat korban bersama anggota keluarganya, sedang mengunjungi pusat perbelanjaan Giant Ekstra yang terletak di kawasan Jalan Panjaitan, Kelurahan Sentoas, Kecamatan SU II Palembang.

Lalu, Mariam bersama anaknya mengunjungi wahana permainan anak yang terletak dilantai II. Sedang asik melihat anaknya bermain, kedua pelaku mendatangi korban dengan berpura-pura melihat permainan tersebut. Saat korban lengah, tersangka Anjani memepet tubuh korban.

Disitulah, tersangka Anjani mengambil dompet milik korban Mariam yang berisikan uang tunai Rp 450 ribu. Selanjutnya, tersangka pertama memberikan dompet tersebut kepada tersangka Eka. Setelah mendapatkan barang curian itu, kedua pelaku pun melarikan diri.

Korban yang masih mengenal kedua pelaku, langsung mencari keduanya usai mengetahui kalau sudah menjadi korban pencopetan. Bersama petugas keamanan, pelaku ditangkap saat sedang asik membelanjakan uang hasil curian tersebut di Swalayan Giant Ekstra.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya serahan dua tersangka tersebut. Selanjuta, tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh anggota Kepolisian SU II Palembang.

“Kedua tersangka sudah kita amankan, mereka sempat membelanjakan uang hasil pencurian tersebut di Swalayan. Saat ini, masih menjalani pemeriksaan guna mencari korban-korban yang lainnya,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (15/9) siang.

Keduanya akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara. “Barang bukti yang kita amankan, satu dompet merah milik korban, dua tas milik keduanya, sisa uang curian sebesar Rp 300 ribu, serta kantong plastik warna putih yang berisikan susu, kosmetik dan lainya,” tutupnya. (korankito.com/denny)