Bisa Dipercaya

Guru Harus Profesional

_ssc0135

Palembang – Guru itu harus profesional, kinerja seorang guru yang telah memasuki masa pensiun haruslah tetap maksimal dan bila perlu ditambah lagi.

Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) kota Palembang melalui kasi pengembangan tenaga pendidik TK/SD, Dareni menegaskan, tidak ada alasan bagi seorang guru untuk malas atau capek mengajar muridnya, sekalipun guru tersebut sudah mendekati masa pensiun. Mengenai kinerja seorang guru yang akan memasuki masa pensiun harus tetap maksimal.

Berita Sejenis

Dijambret, Mahasiswi Kehilangan Ponsel

Mangkir Latihan, Nasib Bio Diserahkan Kepelatih

‘Mandra’ Diciduk Polisi Saat Pulang Kerumah

1 daripada 3.095

“Tidak ada dalam peraturan di dinas pendidikan maupun pemerintahan yang menuliskan kinerja seorang guru saat menjelang pensiun boleh berkurang. Akan tetapi kinerjanya haruslah tetap profesional dalam mengajar,” ungkapnya, Rabu (14/9).

Terkhusus guru yang memiliki pengalaman mengajar bertahun-tahun atau guru yang mendekati masa pensiun, harus tetap konsisten jika diberikan amanah untuk mengajar baik di kelas 1 maupun hingga kelas 12. “Sebagai guru yang profesional, tentu mereka sudah mempunyai basic pengalaman dalam menghadapi murid-murid di sekolah,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kita minta guru tersebut harus tetap maksimal, kepada Kepala Sekolah kita juga meminta gurunya dibina, seperti diberikan arahan tentang cara teknik mengajar yang sabar dan profesional. Guru itu sebagai panutan bagi murid, bukan menjadikan alasan siswa yang nakal atau bodoh menjadi alasan guru tersebut menjadi capek dalam mengajar. “Ya, Guru itu harus tetap eksis, baik menjadi orang tuanya, teman ataupun saudara saat belajar,” katanya.

Sementara itu, guru kelas 2A SDN 230 Palembang,  Amnalaila mengatakan, sudah 30 tahun lebih dirinya mendedikasikan ilmu yang Ia dapat kepada anak didiknya. “Sekarang ini mengajar kelas 2 A, bagi saya guru itu harus lebih giat lagi memeberikan ilmunya khususnya kepada siswa, walaupun dari mereka ada yang nakal, bandel, malas, dan jahil, sebagai guru harus tetap memberikan arahan,” bener Amnalaila yangbakan segera pensiun di tahun 2018.

Diakuinya, ia adalah tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 70an, ia akan memasuki masa pensiun mengajar dan sejauh ini ia pernah mengajar di dua tempat saja. “Saya mengajar sejak tahun 1979. Soalnya saya ini hanya lulusan SPG, jadi tidak bisa mengajar di tingkat SMP atau pun SMA, makanya hanya bisa mengajar di SD, harapannya jadilah seorang guru yang berilmu walaupun usia tidak muda lagi dan menghadapi siswa yang bandel, namun kinerja harus tetap profesional,” pungkasnya. (korankito.com/eja)