Bisa Dipercaya

Distribusi KIP Tak Merata

dsc_1243

Palembang – Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kini terus disebar ke seluruh pelosok Indonesia untuk membantu mengurangi pembiayaan sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu.

Namun sangat disayangkan, dari pendistribusian yang dilakukan oleh pemerintah sebagian penerima KIP malah justru tidak dapat menggunakan bantuan tersebut lantaran si penerima bukanlah kategori pelajar yang berhak menerima KIP. Kondisi ini terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dimana penerima tersebut saat ini sudah tergolong mahasiswa. Hal ini terjadi kemungkinan besar data yang digunakan dipusat data atau datase ini adalah data lama.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Sebagian peserta penerima KIP justru tidak dapat melakukan pencairan dana bantuan program dari Presiden Republik Indonesia Joko widodo, lantaran si penerima adalah Mahasiswa sementara target pendistribusian KIP tersebut hanya di peruntukkan untuk peserta tingkat sekolah dasar (SD), SMP dan SMA/SMK sederajat. Seperti yang terjadi pada Lazuardi Basoro Rasyid, Mahasiswa semester 3 Mahad Sa’ad Bin Abi Waqosh Palembang .

Terkait kondisi tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Puan Maharani saat kunjungannya ke Palembang kemarin (13/09) mengatakan saat ini pendistribusian kartu KIP terus dilakukan pemantauan dan monitoring, dan terkait adanya masalah dalam Penyebaran KIP tersebut pihaknya  akan segera mengevaluasi.

“Saat ini pendistribusian KIP terus berjalan dan terus dilakukan pemantauan, jika dalam distribusinya ada masalah akan segera kami lakukan evaluasi, dan saat ini kementrian pendidikan sedang melakukan evaluasi untuk memastikan yang menerima KIP adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan, jika bahasan mengenai KIP baru akan di bahas pada Meeting Kadisdik Pemprov Sumsel dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beberapa hari kedepan, untuk mengevaluasi sekaligus menjawab atas ketidaklancaran distribusi KIP tersebut. “Kami akan segera mengkondisikan untuk evaluasi, agar KIP tidak salah sasaran,” tambahnya.