Busana Dari Barang Bekas Laku Jutaan Rupiah 

img_20160915_093709

Palembang – Delapan siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tampak berjalan di atas catwalk dalam ajang fashion show parade busana yang terbuat dari barang-barang bekas tak terpakai. Tampil unik mengenakan pakaian yang terbuat dari bermacam-macam barang bekas, siswa-siswa yang berasal dari sekolah peraih Adiwiyata ini berlenggak-lenggok layaknya seorang model dalam  acara program pemantapan kader lingkungan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup di Kambang Iwak (KI), Kamis (15/9).

Bahan Busana yang dikenakan para siswa ini terbuat dari bahan bekas seperti plastik deterjen, kresek, Compact disc (cd), kemoceng dan masih banyak lagi. Disulap menjadi busana seperti busana muslimah, gaun pengantin dan memiliki nilai jual tinggi setelah diolah melalui tangan dingin pihak sekolahan yang juga sekaligus sebagai kader lingkungan.

Busana-busana dari bahan bekas ini langsung dilelang diatas ribuan mata yang menyaksikan fashoin show tersebut.

“Terjual dengan harga Rp 1,5 juta rupiah, baju pengantin dari barang bekas diterjen yang diperagakan siswa SMP 46,oleh Walikota Palembang” jelas mc.

Tidak hanya baju pengantin barang tidak terpakai dari diterjen bekas , baju pengantin dari tutup minuman mineral yang tidak terpakaipun menarik perhatian Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang dihargai Rp 2 juta yang diperagakan oleh siswa.

Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Sampah Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) RI Ujang Solihin Sidik mengatakan,kader lingkungan mempunyai peranan penting untuk investasi kedepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terlebih bagi Kota Palembang untuk mewujudkan visi dan misi Palembang EMAS 2018.

“Kader lingkungan juga agent perubahan dilingkungan masing-masing, mereka motor pengerak untuk menciptkana lingkungan lebih baik lagi,” jelasnya.

Pemerintah harus menjadikan kader lingkungan sebagai mitra untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. “Kader lingkungan juga harus menjadi mitra pemerintah, karena pemerintah tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang sebagai wadah kader lingkungan ini, harus mempunyai target bank sampah disetiap kader lingkungan yang ada. “Sehingga mereka terus berkerja, kader lingkungan diciptakan untuk membangun kepedulian dlingkungan sekitarnya,dan terus memotivasi dan memperkuat masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya. (korankito.com/ria)