Terjatuh Dari Motor, Jambret Ditangkap Polisi

img_20160913_230022

Palembang – Lantaran nekat melakukan aksi penjambretan disiang bolong, membuat Abdullah Kori (44) yang tinggal di Desa sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin Sumsel, harus merasakan tidur di sel tahanan Polsek SU I Palembang. Pelaku ditangkap setelah terjatuh dari atas motornya, usai melancarkan aksinya terhadap Evieryani (34) seorang tenaga Honor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, Selasa (13/9) sekitar pukul 12:00 WIB.

Unit Kecil Lengkap (UKL) Palapa Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang yang sedang melakukan patroli, melihat aksi pelaku, langsung melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka di Mapolsek SU I Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi penjambretan yang dilakukan pelaku bermula, saat korban Yani melintasi Jalan KH Wahid Hasyim, tepatnya di depan Lorong Mutiara, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Lalu, tersangka yang sudah mengintai wanita yang tercatat sebagai warga Jalan Panca Usaha, Lorong Usaha I, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini, langsung memepet korban dan merampas kalung emas yang melilit di leher korban.

Kemudian, setelah memdapatkan barang yang diincarnya dan hendak kabur, stang motor Yamaha Vixion yang dikemudikan oleh Kori, tersangkut stang motor milik korban, sehingga, tersangka pun terjatuh dari atas motornya.

Lantas korban pun meminta menjerit meminta pertolongan, yang bersamaan melintas tim UKL Palapa berjumlah 2 personil. Dengan mudah, pelaku digelandang ke Mapolsekta SU I Palembang, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara saat dimintai konfirmasi, membenarkan adanya penangkapan tersangka jambret. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polsek SU I Palembang.

“Tersangka diamankan di Polsek SU I Palembang, dan masih menjalani pemeriksaan oleh anggota disana. Kita terus melakukan pengembangan, sudah bebarapa kali pelaku melancarkan aksinya,” ujar Andi, Rabu (14/9) siang.

Lanjutnya, tersangka akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara. “Sedangkan, untuk barang bukti, kita amankan sepeda motor Yamaha Vixion milik pelaku dan satu suku kalung emas milik korban,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Kori mengakui perbuatannya yang sudah menjambret korban. Ia nekat melakukan aksinya, lantaran kepepet kebutuhan ekonomi. “Baru sekali ini pak, saya nekat karena tak punya uang. Kalau berhasil tadi, emasnya akan saya jual dan untuk biaya hidup. Korban sedang mengendarai sepeda motornya sendirian, sudah saya incar, ketika dia lengah saya rampas kalungnya,” tutupnya. (korankito.com/denny)