SMPN 20 Gelar Workshop K13

_ssc0131

Palembang – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 Palembang menggelar workshop penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 (K13), selama dua hari terhitung tanggal 14 hingga 15 September 2016. Tujuan pelatihan penyusunan perangkat K13 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru serta pemahamannya mengenai K13.

Kasi pengembangan tenaga pendidik SMP/SMA/SMK Dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (Disdikpora) kota Palembang, Hamsir mengatakan, ada 8 standar pendidikan yang harus dipenuhi oleh tiap guru, terutama standar proses dan standar penilaian. “Penggunaan informasi dan teknologi (IT), seperti laptop dan infokus harus dilatih untuk penggunaannya. IT itu, kalau rusak dipakai untuk proses belajar mengajar tidak apa-apa, jangan saja dibanting,” kata Hamsir seusai membuka workshop tersebut di ruang kepala SMPN 20 Palembang, Rabu (14/9).

Kalau belajar terus secara monoton anak-anak cenderung bosan. Sekali-sekali guru harus kreatif, putarkan video untuk mereka, mengingat banyak video mengenai pembelajaran yang ada di sosial media maupun yang di keluarkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan itu sendiri. “Kedepan, harapannya kegiatan ini lebih luas lagi, kalau bisa diseluruh sub rayon 14. Apa yang didapat dari pelatihan ini harus diimplementasikan dalam pengajarannya,” beber dia.

Terkadang, lanjutnya, hubungan antara indikator dengan tujuan soal kadang tidak sinkron, itulah yang menjadinkendala dalam pembuatan soal. Artinya kalau kita ingin melakukan sesuatu pasti banyak jalan untuk menyelesaikannya. Karena K13 ini baru, maka ada beberapa perubahan, seperti perubahan format rancangan prangkat pengajaran (RPP) dan format penilaian.

“Teman-teman guru ini akan lebih paham fotmatnya, seperti penilaian untuk sikap, pengetahuan dan keterampilan. Oleh sebab itu, mereka perlu ditunjukkan bagaimana cara mengisinya yang benar. Kalau kendalanya dalam implementasi K13 ini cenderung pada penilaian dan penggunaan IT, jadi mereka perlu dilatih penggunaan sistem,” ujarnya.

Kepala SMPN 20 Palembang, Endang Wahyuningsih menambahkan, ada 61 orang guru dari SMPn 20 yang mebgikuti kegiatan ini, termasuk guru honor. “Narasumbernya ada 4 orang, dari pengawas sub rayon 14 dan pegawai Disdikpora yang telah mempunyai sertifikat nasional dan pastinya sangat berkompeten,” tambah Endang di tempat dan waktu yang sama.

Menurut Endang, di SMPN Ada 2 orang guru instruktur nasional dari mata pelajaran (mapel) matematika dan bahasa Inggris, lalu ada 2 orang guru instrusktur mapel ilmu pengetauan sosial (IPS) dan untuk olahraga ada 1 orang guru instruktur kabupaten.
“Jadi, kita siap menerapkan K13 secara keseluruhan sebagaimana anjuran dinas pendidikan. Tinggal menunggu hasil dari pelatihan ini saja,” tegasnya.

Sementara itu, pengawas guru sub rayon 14 dan juga nara sumber workshop, Samsul  komar menuturkan, mereka (guru SMPN 20) yang mebgikuti workshop ini akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan kepala sekolah dan diketahui olehbkepala dinas Dispora kota Palembang. Sertifikat in bisa untuk pengusulan kenaikan pangkat dengan syarat 32 jam mengajar dimana 1 jam mengajar itu selama 45 menit.

“Setelah 2 hari pelatihan mereka akan mandiri untuk membuat perangkat pembelajaran. Kita buat ceklis kelengkapan yang langsung dinilai oleh kepala sekolah dan narasumber nantinya. Kalau ada yang kurang atau terlambat maka akan diberi peringatan lisan,” pungkasnya. (korankito.com/eja)