Bisa Dipercaya

Pembalasan Dendam Pemuncak Klasemen

20160515-gts-tsc-week3-wm-sriwijaya-fc-madura-unit

Palembang – Menghadapi pekan ke-20 Torabika Soccer Championship (TSC,-red) 2016, Sriwijaya FC akan berhadapan langsung dengan Madura United Rabu (14/9). Duel balas dendam sepertinya bakal terjadi lantaran Sriwijaya FC pernah membantai tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab tersebut dengan skor 5-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Minggu (15/5) lalu.

Ironisnya, saat ini Madura United menduduki posisi puncak klasemen dengan perolehan 40 poin. Dari hasil 19 kali main, MU (Madura United,-red) mendapatkan 12 kali kemenangan, 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sementara itu Sriwijaya FC masih bertengger di posisi ketiga dengan raihan 9 kali menang, 7 kali seri dan 3 kali kalah.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Di putaran kedua kompetisi TSC 2016 ini, mereka kembali dipertemukan di Stadion Gelora Bangkalan. Dua kubu tersebut siap memperebutkan tiga poin di kandang Madura United. Untuk mengejar ketertinggalan, Sriwijaya FC membutuhkan beberapa poin lagi untuk menjadi pemuncak klasemen.

Sementara Madura United tak ingin poinnya dicuri begitu saja. Tampil dihadapan publik sendiri, membuat mereka begitu bersemangat melibas tim yang pernah mempecundanginya di putaran pertama.

Hal ini dikatakan oleh juru racik Madura United Gomes de Olivera. Menghadapi Sriwijaya FC di putaran pertama dibuatnya menjadi pengalaman berharga untuk menghadapi putaran kedua ini. Sehingga ia berniat tampil menekan Laskar Wong Kito agar permainannya tak mengembang.

“Lawan SFC di putaran pertama jadi pelajaran berharga buat kami kemarin, namun besok berbeda dan kami sudah menyiapkan diri dengan baik, kondisi dan mental semuanya. Tekanan ada di tim SFC besok,” ujar Gomes.

Selain itu ia juga mewaspadai pemain asing yang bermukim di Sriwijaya FC. Hal ini dikatakannya setelah ia mempelajari pertandingan Sriwijaya FC melawan Persib di kandang Gelora Sriwijaya Jakabaring Sabtu (10/9) lalu.

“Saya melihat rekaman SFC terakhir melawan Persib dan semuanya bagus. Pemain asingnya juga hrs diwaspadai,” tambahnya.

Sementara itu pelatih Sriwijaya FC Widodo C. Putro tak ingin jumawa. Hanya karena pernah membantai Madura United, ia tak ingin kembali meremehkan Laskar Sapeh Kerrab. Karena saat ini MU memegang puncak klasemen, pembantaian Sriwijaya FC terhadap MU tak bisa dijadikan acuan penuh untuk bertanding.

“Hasil di putaran pertama tdk bisa jadi acuan, sekarang MU sudah menjelma jadi tim yang sangat berbahaya dan sering mencetak gol lebih dari 1 disetiap pertandingan,” tukas Widodo. (korankito.com/resha)