Ratusan Pebulutangkis Sumsel Siap Rebut Tiket Nasional

 

img-20160913-wa0003

Palembang – Legenda pebulutangkis nasional Susi Susanti menginginkan Sumatera Selatan bisa terus mencetak bibit-bibit baru pebulutangkis. Hal ini bertujuan agar kiprah Sumsel terus terdengar baik secara nasional maupun Internasional.

Dikatakan Susi pada Press Conference Kejuaraan Nasional Bulutangkis ASTEC 2016 wilayah Sumsel di Pitshop Cafe and Resto Daihatsu Palembang, Selasa (13/9), ia ingin bibit baru terus muncul untuk menjaga eksistensi dunia bulutangkis nasional. Sebut saja Ahsan dan Debby yang merupakan pebulutangkis Internasional yang baru saja menjadi kontestan Olimpiade Rio de Jenairo Brasil.

“Kita ingin Sumsel terus tumbuh bibit baru bulutangkis karena kita tahu kita punya Ahsan-Debby,” ujar Susi Susanti.

Legendaris yang juga Founder ASTEC (Alan Susi Technologi) ini menambahkan dirinya bersama rekannya, Alan, menggandeng Daihatsu untuk mencari bibit pebulutangkis Tanah Air di tujuh kota besar. Mulai dari Medan, Jakarta, Makasar, Surabaya, Palembang, Solo dan Semarang dengan total 2000 kontestan.

“Dan Sumsel dimulai besok (14/9) di Gor Dempo. Ada sekitar 600 peserta dari 16 nomor pertandingan,” jelasnya.

Dari ratusan kontestan akan diambil masing-masing satu pebulutangkis setiap nomor pertandingan untuk diadu melawan Provinsi lain pada partai final di Stadion Soemantri Brodjo Negoro 9-15 Oktober 2016 dengan total hadiah ratusan juta.

Untuk diketahui, masing-masing nomor yang dipertandingkan tunggal usia dini putra, putri, anak putra, putri, pemula  putra, putri, remaja putra, putri dan dewasa putra untuk nomor tunggal.

Sementara di nomor ganda ada ganda pemula putra, putri, remaja putra, putri, dewasa putra, putri dan ganda veteran putra. Dari 16 nomor pertandingan tersebut diikuti 600 pebulutangkis di Sumsel.

Diantara tujuh kota besar yang menjadi host city juga sudah ditunjuk sudah rampung memilih satu kontestan dari masing-masing nomor pertandingan. Mulai dari Makasar pada 27-30 Apri 2016 diikuti 507 peserta, Surabaya 27-30 Juli dengan 527 peserta, Solo pada 24-27 Agustus dengan 653 peserta dan Semarang pada 7-10 September dan lainnya.

Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumsel Apriyadi menilai bahwa Kejuaraan ini sangat ditunggu oleh masyarakat Sumsel. Sehingga diharapkan akan muncul pemain baru yang mampu menjadi kebanggan pebulutangkis Sumsel.

“Ini sangat kita apresiasi sekali, kita tahu bahwa bulutangkis merupakan olahraga yang mendunia. Dan kita berharap melalui Kejuaraan ini banyak tumbuh atlet baru di Indonesia, termasuk Sumsel,” harapnya.

Senada dengan itu dikatakan Hendrayadi, Kepala Divisi Marketing Daihatsu bahwa Daihatsu sangat senang menjadi bagian dari mencetak olahragawan seperti bulutangkis.

Pasalnya, Daihatu juga memiliki banyak program CSR mulai dari CSR Pintar, CDR Hijau, CSR sehat dan didalamnya merupakan support untuk olahraga. (korankito.com/resha)