Susy Susanti :  Jangan Hanya Jadi Undang-Undang Dikemenpora Saja

img-20160913-wa0007

Palembang – Adanya statemen dari Menteri Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) yang akan memberikan santunan setiap bulannya kepada atlet berprestasi dan juga mantan atlet yang berprestasi di kejuaraan Olympiade seakan memberikan angin segar untuk para atlet berprestasi di Indonesia. Pasalnya sudah jadi rahasia umum banyak atlet setelah masa kejayaan mereka berlalu yang terjadi bukannya sebuah penghormatan dan penghargaan, melainkan hidup memprihatinkan pada masa pensiunnya.

Seperti yang di ungkapkan Legenda hidup pebulutangkis nasional Susy Susanti dan Alan Budikusuma, pernah membawa nama harum dan mengibarkan bendera merah putih di kejuaraan Olympiade tidak serta merta Susy dan Alan bisa mendapatkan santunan untuk kesejahteraan dimasa tua setelah tidak lagi menjadi atlet. Bahkan sejak gantung raket beberapa tahun silam sampai dengan saat ini Susy dan Alan hanya mendapatkan penghargaan dan ucapan terima kasih saja dari pemerintah.

Karena itu juga banyak mantan atlet yang tidak menganjurkan kepada anak-anaknya untuk mengikuti jejak mereka dengan menjadi seorang atlet dikarenakan tidak adanya jaminan dari pemerintah kepada atlet setelah pensiun dan tidak menjadi atlet lagi. Dengan adanya rencana pemberian santunan kepada atlet berprestasi dari Kemenpora tentunya memang sudah sangat dinanti-nantikan oleh atlet berprestasi.

“Yah kita sangat apresiasi sekali dengan apa yang akan dilakukan Kemenpora. Jadi tidak hanya sebatas penghargaan saja tapi juga kesejahteraan atlit juga diperhatikan,” ujarnya usai peresmian perlombaan Daihatsu bekerja sama dengan ASTEC, Selasa (13/9).

Menurit Susy, akan adanya santunan yang diberikan oleh pemerintah kepada atlet berprestasi di Indonesia katanya akan sangat memberikan motivasi kepada para generasi muda penggemar olah raga khususnya bibit-bibit muda untuk bisa menjadi berprestasi di kancah nasional dan internasional. Ini akan menjadi peluang terbuka untuk para atlet dan mantan atlet untuk selain mendapatkan penghargaan juga santunan sebagai penunjang kesejahteraan.

Kendati demikian harapnya, rencana pemberian santunan Setiap bulan tersebut jangan hanya sebatas ucapan dan menjadi rencana undang-undang di Kemenpora saja. Lebih lanjut tambahnya perlu adanya undang-undang yang mengatur tentang kesejahteraan para atlet khusus nya atlet berprestasi di Indonesia.

“Harapannya segera menjadi undang-undang yang disahkan oleh para dewan. Takutnya bergantinya kepemimpinan akan berganti lagi kebijakan,” tukasnya.

Dengan adanya kesejahteraan setiap bulannya yang didapatkan oleh para atlet berprestasi, akan menjadikan olah raga ini menjadi profesi bukan sebatas hobi atau permainan saja.

Sebelumnya pada pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Imam Nahrawi di acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXII di Istora Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan jika Kemenpora sangat mengapresiasi atlet-atlet yang berprestasi.

Salah satunya, Imam Nahrawi berjanji tahun depan Kemenpora akan memberikan santunan kepada atlet-atlet yang mendapatkan medali setiap bulannya yaitu Rp20 juta per bulan untuk peraih mendali emas, Rp15 juta per bulan untuk peraih perak dan Rp10 juta per bulan untuk peraih perunggu. Selain mendapatkan santunan berupa uang, juga akan diberikan jaminan kesehatan bagi mantan atlet peraih olimpiade. (korankito.com/ria)