Bisa Dipercaya

Puan Ajak Mahasiswa Wujudkan Revolusi Mental

dsc_1044

Palembang – Menteri Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Puan Maharani mengajak mahasisiwa ikut berperan serta dalam mewujudkan revolusi mental dalam perguruan tinggi.

Revolusi mental yang dimaksud yakni dengan cara menjadi teladan dan pelopor untuk mewujudkan kampus yang bebas korupsi, narkoba dan plagiat. Ratusan mahasiswa ikuti kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Islam negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang, Selasa (13/9) dengan nara sumber Puan Maharani.

Berita Sejenis

Simpan Lima Pelor, Udin Terjaring Razia

Berikut Penyebab ‘Learning Disabilities’ Yang…

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

1 daripada 3.068

Dalam paparannya Puan mengatakan, mewujudkan ketiga hal tersebut (bebas korupsi, narkoba dan plagiat) merupakan salah satu wujud revolusi mental dengan tujuan agar pendidikan tinggi menjadi lebih baik lagi. Selain itu, lanjutnyq, Indonesia saat ini bukan membutuhkan lulusan yang berkuantitas, melainkan lulusan yang berkualitas, mengingat Indonesia akan mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Revolusi tenaga pendidik dan sarana dan prasarana dalam perguruan tinggi juga perlu dilakukan. Sebab, dosen merupakan salah satu faktor penentu kelulusan yang baik, jika sumber daya dosennya berkualitas tentunya proses pembelajaran akan menjadi baik dan tidak salah dalam mengajar,” paparnya usai memberikan kuliah umum di Academi Center Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Dijelaskaannya, saat ini saja 65 persen orang tidak sekolah yang bekerja, 25 persen lagi untuk jenjang SMA sederajat dan untuk yang kuliah jumlahnya tidak sampai 10 persen.  Oleh karena itu, jangan sampai kita kalah bersaing dengan masyarakat jika tidak ingin menjadi penyanyi di rumah sendiri. Sehingga peguruan tinggi dituntut harus memiliki kualitas yang baik agar mampu meluluskan tenaga yang terampil dan mampu bersaing dengan tenaga asing dalam pasar bebas.

“Pendidikan itu intinya harus berguna bagi kita, masyarakat  dan bangsa. Saya memiliki harapan tinggi pada UIN Raden Fatah karena memiliki keunggulan tersendiri untuk membantu pemerintah yang sedang membutuhkan tenaga yg dapat membantu pembangunan bangsa. Ini merupakan langkah revolusi mental untuk membangun bangsa. Sebab kita perlu membangun revolusi mental sebagai pondasi pergerakan pembangunan bangsa,” kata Puan lagi.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Sirozi menambahkan, saat ini saja UIN memiliki jumlah mahasiswa yang aktif mencapai 18.000an orang. Serta besarnya jumlah kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan penerimaan mahasiswa menjadi tantangan tersendiri yang akan dihadapainya untuk terus menigkatkan kualitas tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana.

“Harapannya, mahasisiwa mampu memaksimalkan potensinya saat ini untuk mewujudkan revolusi mental bangsa ini dengan menjadi contoh dan mengabdikan diri kepada masyarakat yang terbebas dari  korupsi, narkoba dan plagiarism,” tutupnya. (korankito.com/eja)