Bisa Dipercaya

Begal Motor Untuk Biaya Nikah

img_20160909_181737_1

Palembang – Berdalih tak mempunyai uang biaya pernikahan, membuat Tedy Gumara (25) warga Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (II) Palembang, nekat melakukan aksi pembegalan terhadap Cipta (18) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jum’at (1/7) lalu.

Namun atas ulahnya tersebut, pria asal Desa Gelumbang, Kabupaten Muara Enim ini, harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolresta Palembang, usai ditangan Satreskrim Polresta Palembang, Jum’at (9/9) pagi.

Berita Sejenis
1 daripada 3.093

Pelaku juga harus dihadiahi timah panas oleh anggota Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang di kaki kanannya, lantaran saat dilakukan penangkapan di Jalan Segeran, Kecamatan Ilir Timur (IT) I mencoba kabur.

Menurut pengakuan tersangka, ia nekat melakukan pembegalan karena kekurangan biaya untuk melangsungkan pernikahan di kampung halamannya. Dirinya juga mengaku, sudah dua kali melakuan begal tersebut.

“Sudah dua kali pak, yang pertama dengan almarhum yang meninggal itu, dan yang kedua mencuri motor milik teman saya. Motornya, sudah di jual di daerah Komering seharga Rp 1,7 juta, uangnya dikumpulkan untuk baiaya nikah,” ucapnya.

Lanjutnya, ia tidak mempunyai niat untuk membegal, hanya saja ketika mengiring korban ditempat yang sepi, timbulah niat jahatnya untuk merampas sepeda motor Honda Vario milik korban.

“Tidak ada niat untuk begal pak, cuman mau mencuri motor saja. Waktu itu, motor kami tabrakan dengan korban, lalu korban mengajak berdamai, tapi di rumah kelurganya di Sukarami. Nah, saat itulah timbul niat kami,” kata Tedy.

“Setelah berhasil membawa motor korban, kami diteriaki maling. Saya yang membawa sepeda motor korban, memilih lurus sedangan temannya itu belok kanan. Dengar-dengar kabar, dia ditangkap massa, dan tewas dihalkimi masa,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku sudah dua kali melakukan pencurian sepeda motor, yakni Honda Vario dan Yamaha Vixion.

“Pelaku ini, memang menjadi target operasi kita. Sedangkan, satu orang lagi yang diduga teman dari tersangka ini, berhasil ditangkap warga dan tewas setelah mendapatlan perawatan di rumah sakit,” jelasnya.

Maruly menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidakn lebih lanjut, guna mengetahui peran dari tersangka Tedy dan barang bukti dijual kemana. “Pelaku akan dikenakan pasal 365 atau 363 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun,” tutupnya. (korankito.com/denny)