Bisa Dipercaya

Wakil Bupati OKU, Ditetapkan Tersangka

img_9553

Palembang – Kasus yang dilakukan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Johan Anuar atas dugaan tindak pidana korupsi lahan kuburan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersebut dibuktikan dari berbagai pemeriksaan kurang lebih 40 saksi yang diperiksa penyidik.

Bahkan, Dalam waktu dekat, Johan Anuar akan kembali diperiksa dengan statusnya sebagai tersangka. Dikonfirmasi perihal kabar tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo mengungkapkan, peningkatan status Johan Anuar juga berdasarkan hasil gelar perkara di Mabes Polri beberapa waktu lalu. Terungkap, unsur-unsur pidana yang dilakukan tersangka sudah lengkap dan dipenuhi bukti-bukti.

Berita Sejenis

Dua Kasus Korupsi Yang Menonjol di Empatlawang

Kerugian Negara Capai Tiga Miliar

Penyidik Kejari Lubuklinggau Tetapkan Dua Tersangka

1 daripada 8

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan Johan Anuar yang terlibat kasus dugaan korupsi lahan kuburan di OKU, kini akan kembali menjalani pemeriksaan dengan statusnya yang baru” ungkap Djoko, Jumat (9/9).

Disinggung barang bukti apa saja yang disita  penyidik untuk memenuhi peningkatan status, Kapolda tak bisa menyebutkan. Djoko hanya mengatakan Johan akan kembali dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan. “Nanti akan kita panggil lagi, setelah lebaran. Dan pemeriksaan dilakukan secepatnya,” ujarnya.

Diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran penyediaan 10 hektar lahan kuburan di OKU tahun 2012 senilai Rp 6,1 miliar itu terungkap pada 2014 lalu. Johan sudah dipanggil empat kali tetapi saat dirinya masih menjabat Ketua DPRD OKU.

Diduga, Johan turut menikmati hasil pembelian lahan kuburan tersebut. Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni Hidirman (pemilik lahan), Najamudin (Kepala Dinas Sosial OKU), Ahmad Junaidi (eks Asisten I OKU), dan Umortom (eks Sekda OKU). (korankito.com/kardo)