Bisa Dipercaya

Pemahaman Masih Jadi Kendala Penerapan K-13

IMG_20160815_143824_AO_HDR

Palembang – Pemahaman dan pola pikir tenaga pendidik dan orangtua mengenai kurikulum, masih menjadi kendala utama.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang, saat ini masih mengalami kendala dalam penerapan kurikulum 2013 (K-13). Salah satu penyebab utamanya yaitu karena mainset (pola pikir) kepala sekolah, guru dan orang tua yang masih berkutat pada konsep Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuju ke K-13.

Berita Sejenis
1 daripada 3.104

Kepala bidang (Kabid) taman kanak-kanak dan sekolah dasar (TK/SD) Disdikpora kota palembang, Sutriana mengatakan, guna mendorong pemahaman K-13, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) untuk melatih para guru. Diakuinya, pihaknya melalui sekolah gugus inti akan mengimplementasikan penerapannya ke sekolah-sekolah lain yang melaksanan K-13 agar lebih paham.

Untuk tahun ajaran 2016/2017 ada 53 SD lagi yang akan menerapkan k-13 di tahun pelajaran ini. “Tahun ini pelaksana K-13 jenjang SD di Palembang bertambah. Yang sebelumnya hanya 47 telah menerapkan K-13 pada tahun lalu,” jelas dia di ruang kerjanya, Jum’at (9/9).

Dari total 376 sekolah dasar negeri dan swasta se-kota Palembang, hanya ada 76 Sekolah Dasar negeri (SDN) yang melaksanakan K13, sedangkan untuk SD swasta berjumlah 26 sekolah. Tentunya ini belum mencukupi setengah sekolah penyelengara K-13. Padahal di awal tahun lalu kita usulkan sebanyak 124 SD negeri/swasta ke pusat, namun berdasarkan surat keputusan balitbang kemendikbud nomor 305 tahun 2016, hanya meluluskan 53 sekolah saja.

“Faktor anggaran yang minim menjadi permasalah utama kemungkinan sekolah lainnya tidak lolos. Pasalnya, dalam penerapan K-13 tidak hanya sekedar pada persiapan akan fasilitas pembelajaran seperti buku, namun juga pelatihan bagi tenaga pendidik dalam hal ini guru,” tutupnya. (korankito.com/ejak)