Bisa Dipercaya

Lahat Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

panen-raya-pajar-bulan-2

Lahat – Pemkab Lahat melalui jajarannya yakni Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) untuk menunjang dan mewujudkan swasembada pangan nasional nampaknya tak main-main. Buah kerja keras petugas dan pertani dilapangan selama ini membuahkan hasil, seperti yang terlihat Kamis (8/9).

Berlokasi di Desa Tongkok dan Desa Jentikan, Kecamatan Pajar Bulan secara serentak dilaksanakan agenda panen raya untuk komoditi jagung dan padi. Turut hadir diacara kemarin, Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Tanaman Pangan RI, DR Ir Hasil Sembiring MSi, bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE, diwakilkan ketua PKK Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari, Plt Sekda, Drs Ramsi, Dandim 0405, Letkol CZI Srihartono dan undangan lainnya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Kadis TPH Lahat, Ir H Hapit Padli MM ketika diwawancarai mengatakan, kegiatan panen raya yang dilakukan jajaran Pemkab dan juga kelompok tani binaan hari ini mencapai luas 40 Hektar (Ha), sementara untuk panen raya padi, mencapai sekitar 50 Ha, yang tersebar di 2 desa, yaitu Desa Tongkok dan Jentikan, Pajar bulan.

“Alhamdulillah, hasil yang dicapai disini sangat memuaskan. Ada beberapa formula yang dilaksanakan pemkab, pertama yaitu dengan memberikan bantuan bibit yang unggul. Kemudian, sistem tanam dilapangan, juga kita lakukan peningkatan, seperti sistem jajar legowo, serta juga ‘pemaksaan’ kepada petani, agar gemar menanam padi serta jagung yang ada,” beber Hapit.

Hapit Padli sendiri juga sangat berterima kasih, dan sangat bangga, karena Dirjen TP Kementan RI berkenan langsung meninjau serta melihat apa yang dilakukan dilapangannya. Bahkan, mewakili pemkab dan juga kelompok tani sendiri juga mengaku sangat berterima kasih, karena Dirjen juga sudah berkenan memberikan bantuan mesing giling dan perontok tanaman padi dan jagung dilapangannya, sehingga sangat berguna.

“Kita akan terus sosialisasikan ke petani-petani di Lahat, kiranya bisa memulai menggalakkan penanaman jagung dan padi yang ada. Selain memang penghasilan yang ada sudah bisa diperinci, dimana saat ini pemerintah pusat menetapkan harga jagung itu dengan harga Rp.3.100, serta diual didesa senilai Rp.3.200 dengan masa 4 bulan saja,” tukasnya.

Terpisah, Dirjen TP Kementan RI, Dr Ir Hasil Sembiring Msi mengungkapkan, kebanggaan dan apresiasi terhadap kinerja yang dilakukan jajaran pemkab Lahat, dalam hal ini melalui Dinas TPH yang ada. Menurutnya, Lahat sendiri jelas sangat memiliki lahan yang sangat bagus untuk pengembangan komoditi jagung dan padi unggul. Jadi, sekali lagi dirinya himbau, kiranya petani-petani di Lahat juga bisa terus dibina dan diajak untuk mengembangkan komoditi jagung dan padi yang ada.

“Lahat sendiri masih punya PR besar, dimana semula dikatakan Kadis TPH, akan melaksanakan penggarapan dan pengembangan penanaman jagung disini hingga 5000 Ha dan bisa lebih. Jadi, jelas nantinya kami akan menagih janji itu sendiri,” ungkap Hasil.

Dirinya meyakini, angka 250 Ha di awal 2016, kedepan akan bisa lebih ditingkatkan lagi dan capaian sebaran penanaman jagung di Lahat kedepannya. Begitu pula dengan beras, capaian surplus sejauh ini, dirinya yakin bisa dipertahankan. Untuk kawasan pengembangannya, diperkirakan Lahat hampir semuanya bisa dikembangkan untuk 2 komoditi pertanian yang saat ini menjadi favorit di Indonesia, yaitu jagung dan padi.

“Disisi lain, kami juga akan upayakan terus bantuan peralatan penunjang kedepannya, jadi kita sama-sama berupaya dan bekerja,” tegas Hasil Sembiring. (korankito.com/rika)