KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Banyuasin

img_9557

Palembang – Guna mendalami kasus suap yang dilakukan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa lima pejabat Banyuasin di gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Pemeriksaan dilakukan terkait adanya  operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dan lima tersangka lain.

Pantauan dilapangan, kelima pejabat Banyuasin yang diperiksa KPK di Mapolda Sumsel tersebut adalah Merki Bakri yang menjabat Kepala Dinas Pariwisata (mantan Kadis Pendidikan) Banyuasin, Harun Samsudin (Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan), Basuni (Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan), Reza Pahlevi (PNS Dinas Pendidikan), dan Medi (Staf Rumah Dinas Bupati Banyuasin).

Informasi yang dihimpun, Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Kemudian, pemeriksaan istirahat sejenak untuk melaksanakan salat Jumat.

Salah satu saksi, Merki Bakri mengakui dirinya ikut diperiksa untuk memberikan keterangan terkait OTT Yan Anton Ferdian. “Nanti saja ya, saya mau salat Jumat dulu, tadi saya hanya di periksa sebagai saksi saja” singkat Merki Bakri, saat hendak melakukan sholat di Mapolda Sumsel, Jumat (9/9).

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo sat ditemui usai melakukan sholat jumat, membenarkan jika pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan oleh KPK. Pemeriksaan digelar di beberapa ruangan berbeda di gedung Ditreskrimsus. “Benar ada pemeriksaan yang dilakukan KPK. Saat ini masih berjalan. kita tidak ikut melakukan peiksaan. Krimsus hanya memfasilitasi saja” singkat Djoko. (korankito.com/kardo)