Buron Enam Bulan, Tesangka Perampokan Didor Petugas

img_9548

Palembang – Anton (20) warga Desa Simpang Gas Kabupaten Muba ini terpaksa harus meringis kesakitan usai dilakukan tindak tegas oleh anggota Jatanras Polda Sumsel, lantaran ia merupakan buronan kasus perampokan bersenjata sejak april 2016 kemarin.

Informasi yang di himpun, Anton bersama keempat rekannya yang masih buron yakni, sutrisno, Ewok, Kedeng, dan Mang Di, melakukan aksi perampokan terhadap korban satu kampungnya bernama Hendra Kusuma yang terjadi di daerah Desa Air Hitam, Pangkalan Burlian Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Muba, (13/4) silam.

Tersangka yang kesehariaanya bekerja disalah satu penjualan minyak di Simpang Gas ini mengaku, jika modus yan ia gunakan yakni dengan cara berpura-pura menawarkan minyak mentah kepada korban. Setelah korban mau membeli, dan minta diantarkan, tersangka pun langsung menggiring korban kelokasi yang sudah ditentukan, dimana keempat teman tersangka sudah menunggu untuk melakukan aksi perampokan.

“Saat itu saya ajak korban untuk melihat minyak mentah, nah di TKP sudah ada teman saya yang menunggu kedatangan kami,” ungkap Tersangka daat diamankan di Mapolda Sumsel, jumat (9/9).

Saat tiba di lokasi Desa Air Hitam, tersangka beserta keempat rekannya dengan bermodalkan golok dan senjata api yang saat itu digunakan rekannya bernama Sutrisno. Lalu karena ketakutan, korban pun langsug memberikan sejumlah uang yang awalnya digunakan untuk membeli minyak sebesar Rp 21 juta.

“Saat dilokasi, kami langsung melakukan perampokan. Karena takut, korban langsung memberikan uang miliknya,” setelah itu kami tinggalkan korban ditempat,” ujarnya.

Dikatakan tersangka, jika usai perampokan dirinya mendapatkan bagian Rp 2juta dan digunakan untuk membuka warung manisan. “Cuma dapat Rp 2juta pak, itu saya gunakan untuk modal sehari-hari saya pak,” katanya.

Atas laporan korban ke Polda Sumsel, dan korban yang saat itu mengenali tersangka saat diantarkan menggiring untuk membeli minyak. Tersangka pun langsung ditangkap petugas dirumahnya saat tengah tertidur lelap.

Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Hadi Purwanto didampingi Kasubdit lll Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Hans Rahmatulah mengatakan, jika modus tersangka melakukan perampokan dengan cara berpura-pura menawarkan minyak untuk melancarkan aksi perampokan. Saat ini keempat tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

“Tersangka sudah kita amankan. Dan penangkapan atas laporan Korban yang saat itu mengalami kerugian puluhan juta rupiah ,dan tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun penjara,” pungkas Hadi. (korankito.com/kardo)