Bisa Dipercaya

1931 Butir Ineks diblender 

img_20160908_163015

Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, memusnahkan barang bukti berupa 1931 butir ineks dan 476,38 gram narkoba jenis shabu-shabu dengan cara dihancurkan menggunakan blender, di gedung BNNP Sumsel, Kamis (8/9) pagi.

Sebelum dimasukan kedalam blender, barang bukti dari hasil tangkapan BNNP Sumsel atas tersangka Yusmar Elfan ini, terlebih dahulu diperiksa oleh tim Labfor Polda Sumsel, guna mengetehui adanya atau tidak kandungan methamphetamine didalam narkoba tersebut.

Berita Sejenis

Dagang Ineks di OT, Akhirnya Diringkus Polisi

Simpan Ineks 400 Butir, Ibu Hamil Diciduk Polisi

Polisi Blender Shabu dan 1.650 Ekstasi

1 daripada 2

Setelah dinyatakan positif, barulah 20 kantong yang berisikan pil ekstasi warna coklat berbentuk bunga ini, satu persatu dibuka perwakilan dari Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, anggota Polda Sumsel, Labfor, Polresta Palembang, serta toko masyarakat, dan dimasukkan ke dalam blender.

Memakan waktu kurang lebih 15 menit, setelah dinyatakan halus, ektasi tersebut dimasukan kedalam ember yang berisikan air deterjen guna menghancurkan kandungan methamphetamin dalam narkoba tersebut. Kemudian, 476,38 gram shabu-shabu dimusnakan dengan cara yang sama.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel, AKBP Minal Alkarhi mengatakan pemusnaah ini dilakukan, untuk menghindari penyalahgunaan barang bukti oleh aparat penegak hukum yang tidak bertanggung jawab. “Selain itu, pemusnaan barang bukti ini sesuai dengan amamay pasal 91 UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika dan pasal 45 ayat 4 KUHP, yang dimana mewajibkan kepada penyidik untuk memusnahkan barang bukti yang bersifat terlarang,” jelas seusai acara.

Lanjutnya, hingga barang bukti dimusnahkan, pihak BNNP Sumsel masih terus melakukan pengembangan, guna mengetahui apakah pelaku yanh diamankan ini terlibat dengan peredaran-peredaran lainnya. “Kita masih terus memburu teman pelaku lainnya, yang akan menerima kiriman barang haram ini. Namun, untuk tersangka yang diamankan di BNN dan di Polda baru-baru ini, mereka tidak satu jaringan. Menurut keterangan pelaku ini, mereka memiliki jaringan masing-masing,” papar Minal.

Disinggung mengenai masuknya BNN Kepulauan Riau yang melakukan penangkapan pengedar sabu di wilayah kerja BNNP Sumsel beberapa waktu yang lalu, Minal menganggap hal tersebut bukanlah suatu kecolongan. “Itu bukan kecolongan. Siapa yang dapat, siapa yang melakukan pengembangan, siapa yang cepat dapat pelakunya itu tidak masalah, yang penting narkoba di Sumsel dan Indonesia ini dapat segera dimusnahkan,” ungkapnya.

Masih dikatakan minal, aparat penegak hukum bebas melakukan penangkapan atau pengembangan, namun hal tersebut meski terlebih dahulu melakukan koordinasi. “Koordinasi itu sangat perlu, karena bagian dari mekanisme berorganisasi, siapa tahu mereka mungkin minta back up. Untuk BNN Kepulauan Riau kemarin juga sudah berkoordinasi, saat akan masuk ke wilayah kita, dan meminta back up. Merekakan tidak hafal wilayahnya,” katanya.

Sebelumnya, BNNP Sumsel berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 500 gram jenis shabu-shabu dan 2000 butir pil ektasi asal kota Medan yang hendak diedarkan di wilayah Sumatera Selatan. Selain itu, turut juga diamankan Yusmaer Elfan (43) warga Jalan Titi Pahlawan, Gang Pringgan Lingkungan 08, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, yang membawa barang haram tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya pelaku Elfan, bermula adanya laporan masyarakat, yang mengatakan akan ada transaksi narkoba partai besar, di Jalan Letjend Harun Sohar, tepatnya di Po Bus AKAP Raffi, Kecamatan Sukarami, Palembang

Dari situ, anggota BNNP Sumsel langsung melakukan penyelidikan dengan mengerahkan anggotanya ke lokasi. Pada Minggu (21/8) sekitar pukul 03:00 dini hari, datang sebuah mobil Avanza warna hitam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang hendak mengambil barang haram tersebut.

Saat hendak memberikan narkoba ke pelaku berinisial BA, Elfan berhasil diamankan petugas BNNP Sumsel. Sedangkan, tersangka BA, berhasil melarikan diri dengan mengendarai mobil minibus merk Avanza warna hitam, setelah melihat banyaknya anggota BNNP Sumsel di TKP.

Melihat adanya tersangka yang melarikan, petugas BNNP Sumsel langsung melakukan pengejaran, tak pelak aksi kejar-kejaran pun terjadi. Anggota juga, sempat mengeluarkan tembakan peringatan serta menembaki mobil pelaku, namun BA mengindahkan peringatan petugas.

Tersangka BA berhasil kabur dari sergapan petugas, setelah mobil Avanza miliknya ditinggal di pinggir jalan, sedangkan ia melarikan diri dengan masuk-masuk kedalam semak belukar yang tak jauh dari penangkapan pertama.

Sementara, barang haram narkoba itu, ditemukan anggota BNNP Sumsel di dalam tas berwarna hitam dengan terlebih dahulu dibungkus menggunakan plastik bening yang dibawa Yusmar dari Kota Medan, untuk diberikan terhadap BA yang masih buron. (korankito.com/denny)