Pagu Raskin Tak Berubah

raskin

Palembang – Pagu beras untuk keluarga miskin (raskin) tahun 2016 di Kota Palembang tidak ada perubahan dan masih tetap seperti tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat raskin, tidak ada perubahan dan tetap sama seperti tahun 2015.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sadruddin Hadjar menyatakan, untuk pagu raskin tahun 2016 ditetapkan sebesar 1.802.000 kilogram (kg). Jumlah raskin tersebut diperuntukkan bagi 72.178 rumah tangga sasaran (RTS) penerima manfaat. Setiap bulan, menurut Joko, para rumah tangga akan menerima raskin 15 kg dan itu berlangsung selama 12 bulan.  “Tidak ada perubahan,”ungkapnya, Rabu (7/9).

Dijelaskannya, perubahan hanya akan berlaku pada nama RTS penerima manfaat, misalnya dikarenakan meninggal, penerima sasaran bisa dialihkan kepada warga lain yang memang layak mendapatkannya. Adapun data penerima manfaat didapatkan dari masing-masing kelurahan.

Adapun saat ini pihaknya tengah menunggu distribusi raskin tahap kesembilan tahun 2016 dari Bulog. Distribusi raskin tersebut merupakan penyaluran rutin untuk setiap RTS.  Berbeda dengan raskin tahap 13 yang memang sudah disalurkan pada momen Ramadhan lalu. Sadruddin memastikan tidak akan ada kendala dalam pagu dan jumlah penerima sasaran raskin. “Untuk tahap kesembilan sudah diajukan ke Bulog, nanti tinggal didistribusikan melalui kelurahan,”jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang, Reflin Arda menyebutkan, data ini merupakan data pokok tahun 2011 meskipun pihaknya melaksanakan sensus raskin setiap tiga tahun sekali. Berbeda dengan sensus kemiskinan yang digelar setiap tahun. “Sama seperti tahun lalu, masih di angka 72.000 lebih RTS,”ungkapnya usai sosialisasi program raskin di kantor Pemkot, belum lama ini.

Dijelaskannya, RTS penerima raskin ini termasuk warga miskin yang terdata dalam sensus miskin. Tingkat kemiskinan dilihat dari beberapa faktor, diantaranya sisi pengeluaran rumah tangga seperti biaya makan, pendidikan, dan transportasi. “Penduduk miskin tercatat sebanyak 12,9% dari 1,6 juta penduduk per 2015. Pusat menilai ini rendah dibandingkan kota metropolitan lain di Indonesia,”terang dia. Terkait distribusi raskin, dari rapat sosialisasi diketahui tidak ada perubahan juga pada mekanismenya. “Teknisnya dari Bulog,”katanya.(korankito.com/ria)