Bisa Dipercaya

Ingin Jadi Pol PP, Malah Tertipu

img_20160907_115502

Palembang – Niat hati ingin menjadikan adik kandungya, Iwen Saputra (22) sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, namun malah menjadi korban penipuan sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta.

Atas kejadian tersebut, Priyadi yang warga Jalan Srijaya Negara, Gang Bedeng, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (7/9) pagi.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Pensiunan PNS Tertipu Puluhan Juta

Tipu Pengusaha Penerbitan, Husni Thamrin Dipolisikan 

1 daripada 14

Berdasarkan pengakuan korban, kejadian tersebut bermula saat dirinya berkenalan dengan terlapor inisial AB (36) yang mengakau sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Sat Pol PP Kota Palembang, pada 5 desember 2015 lalu.

Saat itulah, lanjut korban, terlapor yang diketahui sebagai warga kawasan Kelurahan13 Ulu Palembang ini, menawarkan diri, bisa memasukan seseorang menjadi honorer di tempatnya bekerja.

“Karena adik saya belum bekerja, jadi saya langsung menanggapi tawaran dia. Namun, dia meminta uang pelicin sebesar Rp 20 juta,” ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Masih dikatakan Priyadi, saat itu ia belum menyanggupi uang yang dipinta oleh terlapor. Hanya saja, dirinya memberikan DP sebesar Rp 5 juta, sementara sisanya sebesar Rp 15 juta akan dilunasi setelah adiknya menjadia Sat Pol PP Kota Palembang.

“Saya berikan dulu DP Rp 5 juta dulu, tapi nyatanya sampai sekarang adik saya belum juga bekerja, dan saat saya meminta uang dikembalikan uang saya tidak dikembalikan juga,” ujarnya kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban, selanjutnya akan segera ditindak lanjuti oleh anggotanya di lapangan.

“Laporan sudah kita terima, selanjutnya terlapor akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Tentunya, jika terlapor bersalah akan kita proses dengan hukum yang berlaku,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)