Bisa Dipercaya

IGTKI Gelar Karnaval Ibu dan Anak

img_20160908_092358_hdr

Palembang – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) kota Palembang, gelar pawai karnaval ibu dan anak tingkat TK se-kota Palembang. Acara ini diramaikan oleh lebih dari 4000 orang peserta pawai dari 400an TK yang terdaftar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Palembang.

Ketua IGTK-PGRI kota Palembang, Murianah mengatakan, kegiatan karnaval ibu dan anak ini diikuti oleh 400 TK dengan jumlah peserta 4 ribuan lebih. Event ini digelar dalam rangka memperingati hari anak nasional dan hari ulang tahun RI yang ke-71.

Berita Sejenis

Dua Minggu, 71 Bandit 3C Diciduk Polisi

Tim Satgas Temukan Makanan Berformalin

Ungkap 3C, Lima Personel Polres Lubuklinggau Dapat…

1 daripada 3.092

“Kita hanya memberikan reward berupa cinderamata kepada IGKT tingkat kecamatan yang memiliki TK terbanyak. Karnaval ini hanya gebyar saja, jadi tidak ada penilaian atau hadiah tertentu kepada peserta pawainya,” jelas dia.

Jadi kami pilih ibu dan anak untuk mengikuti karnaval ini sekaligus juga untuk mendukung program pendidikan keluarga. “Sekarang orangtua dan pihak sekolah harus kerjasama. Maka kami minta mereka untuk memeriahkan acaranya dengan kostum mereka sendri, jadi mereka bebas memilih kostum yang nyaman,” ujarnya usai melepas karnaval dari masjid taqwa hingga ke rumahnya Dinas walikota Palembang di jalan Tasik nomor 12 A, Kamis (8/9).

Program ini diagendakan setiap tahunnya. Tapi untuk Tahun kemarin tidak kita laksanakan karena bencana asap, sehingga kegiatannya kita alihkan untuk membuat kreasi dari bahan daur ulang. “Harapannya, mereka kedepan lebih mencintai tanah air, mandiri dan lebih percaya diri,” harapnya.

Sementara itu, kepala bidang pendidikan non formal (PNF) Bahrin menuturkan, Dari kegiatan ini Dispora berharap pendidikan di tingkat anak usia dini akan lebih maju lagi. “Bahwa pendidikan itu bukan hanya di dalam ruangan, tapi di outdoor kita juga memperoleh pembelajaran. Jadi, nanti akan ada evaluasi dimana letak kekurangannya dan akan kita perbaiki. Kedepannya akan kita usahakan panggung seni untuk mereka berkreasi,” tambah Bahrin ditempat yang sama.

Salah satu peserta karnaval dari TK Mustika Dyasa, Tauhida menambahkan, ini pertama kali ia dan anaknya (Dimas) mengikuti karnaval dan ia merasa sangat senang. Menurutnya, kegiatan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan lebih dekat terhadap orangtua. “Anak saya, Dimas, sangat antusias. Ia memilih sendiri kostum tentara dan mencoret mukanya sendiri layaknya tentara yang akan berperang,” jawab Ida saat mendampingi anaknya mengikuti karnaval dengan wajah yang sumeringah. (korankito.com/eja)