Dituntut Enam Bulan Penjara AW Nofiadi Bisa Langsung Bebas

img-20160908-00415

Palembang – Bupati Ogan Ilir Non Aktif, AW Nofiadi, akhirnya lepas dari dakwaan jaksa penuntut umum sebagai pemilik, menguasi narkotika jenis sabu. Ofi (sapaan akrbanya) dinyatakan JPU hanya sebagai penyalahguna narkotika, dan dituntut untuk rehabilitasi selama enam bulan. Dalam sidang lanjutan di PN Klas 1A Khusus Palembang, Kamis (8/9)

Diketahui dalam persidangan sebelumnya dengan agenda dakwaan, AW Nofiadi didakwa dengan pasal berlapis. Dimana dalam dakwaan Primer Ofi didakwa telah melakukan tindak pidana dengan tanpa hak melawan hukum memiliki narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. dan dalam dakwaan subsidair telah melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 127 ayat (1) huruf a tentang narkotika.

Didalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejari Palembang, Ursula Dewi SH AW Nofiadi dinyatakan berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan kepersidangan, menyatakan terdakwa AW Nofiadi terbukti melakukan tindak pidana penyalgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Sebelum sampai ketuntutan, Ursula Dewi terlebih dahulu mengungkapkan hal hal yang memberatkan dan meringankan, hal yang memberatkan bagi terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberatantasan narkotika, dan kedua adalah kepala daerah, namun hal yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya.

“Untuk itu menuntut terdakwa agar dijatuhi hukuman Rehab selama enam bulan di RS Ernaldi Bahar, serta membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2000” tegas Ursula.

Sementara itu melalui kuasa hukumnya, Febuar Rahman, Dhabi K Gumayra, Fadli Menyampaiakan bahwa AW Nofiadi hanya korban peredaran narkoba, korban dari perebuatan kekuasaan. Oleh karenanya tim kuasa hukum meminta kepada majelis hakim untuk memberikan putusan seadil adilnya.

Setelah mendengarkan tuntutan dan pembelaan, sidang yang diketuai oleh Ahmad Adrianda Patria, dan didampingi dua hakim anggota lainnya, Wahyu Wicaksono dan Paluko. Sementara menunda persidangan, dan akan dilanjutkan pada persidangan minggu depan dengan agenda putusan. “Sementara kita tunda, dan akan digelar pada hari selasa 13 September 2016, untuk pembacaan putusan” tutup Adrianda Patria.(korankito.com/ria)