Musda III Apersi Harapkan Mampu Melahirkan Rekomendasi Pemukiman Yang Sehat

IMG_20160907_093808_HDR

Palembang – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar Musyawarah Daerah (Musda0 III untuk priode 2016-2020 yang dihadiri oleh Apersi dari kabupaten/kota se-Sumsel, yang di hadiri oleh perwakilan Bank BTN, perwakilan Bank Sumsel Babel. Dengan mengusung tema ‘Meningkatkan dan Bersinergi Untuk Mendukung Program 1.000.000 Rumah dan Mensukseskan Asian Games 2018’ di Hotel Classie, Rabu (07/9).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APERSI, Eddy Ganefo mengungkapkan, Musda berdasar AD/ART untuk mengevaluasi kerja dan membuat program kedepan dan juga pemilihan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APERSI Sumsel. “Saya berharap program kedepan membuat apersi lebih jaya, juga berharap program depan memenuhi kebutuhan rumah untuk rakyat,” katanya.

Dikatakannya, APERSI mendapat kemudahan melalui paket ekonomi ke 13 dari Presiden Joko Widodo. Dengan lahan 5 hektar dan juga kemudahan administrasi dari banyak item juga waktu yang lama, menjadi lebih sedikit item dan waktu lebih singkat, tidak sampai 2 bulan dengan itu biaya juga menjadi lebih ringan. “Semoga musda ini berjalan sukses dan menghasilkan program yang bermanfaat, tidak merugikan agama, negara, masyarakat dan lingkungan,” katanya

Sementara Gubernur Sumsel H.Alex Noerdin yang di wakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan & Sumber Daya Manusia Farhat Syukri, mewakili Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) membuka Musyawarah Daerah ke III Asosiasi Pengembang Perumahan

Farhat Syukri mengatakan, Musda ini sebagai langkah formal untuk restrukturisasi organisasi, sekaligus penyamaan persepsi dan konsep tentang perumahan yang lebih baik, ramah lingkungan manfaat dan mendorong penataan kawasan pemukiman yang lebih baik untuk masyarakat Sumsel. “Saya minta Musda ini didayagunakan seoptimal mungkin untuk rembukan mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi anggota apersi untuk dicarikan solusinya,” pintanya.

Ia juga berharap Musda ini mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, untuk menunjang penyediaan Pemukiman yang dibutuhkan masyarakat tetapi tetap berdasar track tidak menggunakan lahan-lahan produktif. “Rumah menjadi kebutuhan manusia yang paling mendasar selain sandang dan pangan, kebutuhan rumah semakin meningkat seiring jumlah penduduk yang terus bertambah. Namun luasan lahan tetap oleh karenanya diperlukan sinkronisasi pembangunan antara kebutuhan dan ketersediaan lahan” urainya.

Ia menambahkan, Pembangunan Perumahan memang sangat besar terutama di daerah perkotaan namun masih saja terjadi kesenjangan dimana jumlah rumah yang tidak layak huni serta penduduk yang belum memiliki rumah juga terus bertambah. “Saya berpesan kepada APERSI Sumsel agar rasa Peduli ini dikedepankan. Saya minta profit bisnis bukan menjadi nomor satu dan satu-satunya tujuan, masih banyak warga kita yang perlu ditolong mereka belum mempunyai tempat tinggal, karena harga rumah yang cukup tinggi atau rumah tidak layak atau bahkan lingkungan yang terganggu,” pesannya.

Ketua Apersi Sumsel H.Abbas Minen dalam amanatnya mengatakan, musda merupakan tonggak sejarah bagi organisasi dan anggotanya kedepan agar bisa memilih pemimpin baru yang bisa lebih baik. “Dengan musda ini menjadi pemacu semangat mencapai target nasional pembangunan perumahan. Apersi juga memberikan masukan kepada pemerintah permasalahan perumahan dan mensukseskan asian games 2018,” tutupnya. (korankito.com/ria)