Mahasiswa Polsri Rancang Prototipe Penghasil Energi Ramah Lingkungan

IMG_20160907_091435_AO_HDR

Palembang – Mahasiswa Politeknik Sriwijaya (Polsri) jurusan teknik kimia program studi teknik energi, kembangkan prototipe hidrogen generator dengan penyekat kain katun yang menghasilkan energi ramah lingkungan untuk tugas akhir perkuliahannya.

Prototipe hidrogen generator dengan penyekat kain katun ini, sistem kerjanya berdasarkan reaksi elektrolistis dengan bahan bakar air dicampur dengan katalis berupa larutan kalium hidroksida (KOH).

Ketua tim mahasiswa Polsri perancang pembuatan alat, Daniel Frendi Aritonang mengatakan, ini adalah tugas akhir untuk wisuda politeknik jurusan teknik kimia, yaitu membuat rancangan atau membuat prototipe alat yang menghasilkan energi ramah lingkungan. “Sebenarnya ini adalah rancangan pembaharuan yang ketiga kalinya, dua tahun sebelumnya hasil dari percampuran kedua bahan tersebut masih belum sempurna dan mudah meledak jika tersulut api,” jelas pemuda keturunan batak ini di halaman graha Polsri Palembang, Rabu (7/9).

Menurut penjelasannya, air dan larutan KOH dicampur kemudian dialiri arus listrik supaya terjadi reaksi pemecahan molekulnya sehingga dapat berubah menjadi gas hidrogen yang dapat dimanfaatkan untuk mengganti gas elpiji maupun biogas. “Idenya kita dapat dari searching di internet dan bantuan dosen. Untuk rasio percampurannya, 1 kilogram KOH dilarutkan ke dalam 1 liter air, kemudian baru dicampur dengan 14 liter air lagi baru dialiri listrik untuk membuat reaksi kimianya,” kata dia kembali.

Selain itu, anggota tim perangcang pembuatan alat, Azharul Wardi menambahkan, Untuk tahun ini hasil dari gas hydrogen tersebut dapat dimanfaatkan untuk memasak dan menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. “Kami memperbaharui prototype sebelumnya untuk menghasilkan sumber energi yang ramah lingkugan. Tahap ke-3 ini belum ada kekurangan yang signifikan, jadi ini masih bisa dikembangkan lagi dengan metodenya bisa diterapkan dengan skala besar yang lebih besar untuk bahan bakar industry,” jelas dia.

Ada beberapa komponen penting dalam pembuatan prototype tersebut, diantaranya Power suplai, kabel-kabel, filter gas dan untuk pengamannya kami menggunakan flashback arestor sebagai pengamanan kebocoran gas. “Ini dirakitnya krang lebih selama 2 bulan, dari april sampai mei. Sedangkan untuk uji coba kelayakannya selama 3 bulan. Kiata awalnya upayakan bagaimana agar gasnya tidak meledak,” ceritanya.

Untuk pembuatan rangkaian prototype sederhana ini memakan biaya hingga 9 juta rupiah. Kita juga sudah lakukan pengujian selama 1 jam pengoperasian yang menghasilkan 0,6 liter gas dari 15 liter air plus KOH. Hidrogen ramah lingkungan ini sifatnya bisa dibawa kemana-mana dan lebih efisien jika dibandingkan dengan biogas yang prosesnya lebih lama. (korankito.com/eja)