Khilaf, Kakek Cabuli Cucu

IMG_9442

Palembang – Lantaran tidak bisa menahan birahinya, seorang pria paruh baya nekat melakukan pencabulan dengan anak dibawah umur yang tak lain merupakan cucu dari keluarganya sendiri.

Yakni Wahab (55) warga JL Tanjung siapi-api Lorong Mawar RT 63/11 kecamatan Sukarami Palembang ini nekat melakukan tindak pelecehan terhadap IF (5) yang saat itu tengah dititipkan oleh kedua orang tuanya dirumah Wahab.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang terjadi kamis (1/4) sekitr pukul 14:00 WIB. Tersangka membujuk korban dengan memberikan eksrim. Lalu saat didalam kamar tersangka membuka celana dan melakukan tindak asusila dengan korban yakni dengan cara mencium lalu mengelus-elus tubuh korban. Namun saat tengah asyik melampiaskan nafsu birahinya tersebut, aksi tersangka kepergok oleh ibu kotban yang merupakan keponakan kandungnya sendiri.

Hingga berselang satu jam kemudian, tersangka langsung dibekuk oleh anggota Polsek Sukarami usai kedua orang tua korban melaporkan aksi bejat tersangka.

Dihadapan petugas, tersangka yang bekerja sebagai buruh ini mengaku khilaf, saat itu dirinya tak berniat mau melakukan aksi bejat tersebut. Namun, ia mengaku karena keadaan rumah yang sepi hingga dirinya nekat melakukan tindakan tak terpuji tersebut.

“Saya khilaf pak, saya waktu itu kebawa suasana saja karena waktu itu rumah saya sedang sepi,” ungkap tersangka saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, selasa (6/9).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pria satu anak ini kini harus mendekam dibalik sel Polsek Sukarami Palembang.

Sementara itu, Kapolsek Sukarami, Kompol Akbar didampingi Kanit Reskrim Ipda Marwan mengatakan, jika tersangka ditangkap karena melakukan tindak asusila terhadap anak dibawa umur. Dan dari tangan tersangka, pihaknya menyita satu buah celana tersangka yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di Labfor karena diduga adanya cairan milik tersangka yang masih menempel di celana tersebut.

“Tersangka kini sudah kita amankan beserta barang bukti. Dan kini tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 1 UU no 15 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal lima tahun penjara,” pungkas Akbar.(korankito.com/kardo).