Bisa Dipercaya

Ini Putra Daerah Sumsel yang Wakili Indonesia di Tingkat Dunia

images (2)

Palembang – Dalam seremoni pembukaan multievent musim panas Paralimpiade Rio de Jeneiro 2016 yang resmi dibuka di negara Brasil, Jendy Pangabean menjadi satu-satunya atlet disabilitas Sumsel mendapat kehormatan mewakili Indonesia di kompetisi dunia ini.

Saat dihubungi, atlet asli putra daerah Sumsel ini mengaku para rivalnya begitu terlihat sangat kompetitif. Oleh karena itu dirinya meminta doa kepada masyarakat Indonesia agar dirinya mampu mempersembahkan yang terbaik bagi Merah Putih sebagaimana kado Kemerdekaan RI yang diberikan Tantowi Ahmad-Liliana Nasir bulan lalu.

Berita Sejenis

“Saya sudah di Rio, mohon doanya masyarakat Indonesia, utamanya masyarakat Sumsel semoga bisa tembus final,” ujarnya, Rabu (7/9).

Peraih medali emas Asian Para Games Singapura ini mengatakan sejak awal, menjadi wakil Indonesia di multievent bergengsi Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro Brasil, merupakan tujuannya di tahun ini. Bagi putra daerah Sumsel ini, ia juga menargetkan tembus final sehingga lagu Indonesia Raya menggema di Bumi Brasil.

Namun menurut atlet besutan head coach Ndimin ini,  hal tersebut bukanlah mudah karena multievent musim panas kali ini ia bertemu dengam atlet-atlet top dunia yang siap naik podium.

“Kita sudah latihan di Pelatnas dengan maksimal. Dan kita tinggal pembuktian di kompetisi,” tegasnya.

Paralimpiade 2016 sendiri mulai digelar hari ini pada tanggal 7 hingga 18 September mendatang. Sebanyak 9 atlet sudah resmi dilepas sejak Senin lalu oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nachrowi.

Dari sembilan tersebut adalah 4 atlet dari cabang olahraga (cabor) renang termasuk Jendy Pangabean didalamnya, 2 dari angkat berat, dua dari atletik dan 1 dari tenis.

Sembilan atlet Indonesia tersebut adalah Marianus Melianus Yonci, Agus Ngaimin, Jendi Panggabean, dan Syuci Indriyani (renang), Ni Nengah Widiasih dan Siti Mahmudah (angkat berat), Michael Dian David Jacob (tenis meja), serta Setiyo Budi dan Abdul Halim Dali Munte (lari tunanetra 100 dan 200meter). Atlet tunanetra Abdul Halim akan didampingi guide Imanuel Permana.  (korankito.com/resha)