Disdikpora Dorong Pembangunan Mushalla

IMG_20160815_143824_AO_HDR

Palembang –  Guna mendukung program jam ke nol di sekolah dasar (SD), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang terus melakukan dorongan kepada semua sekolah untuk membangun mushallah di sekolah masing-masing.

Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Disdikpora kota Palembang, Sutriana mengatakan, salah satu langkah yang diambil oleh pihaknya agar bisa memanfaatkan jam nol yang ada, yakni dengan mendorong sekolah membuat mushallah di sekolah masing-masing. Dengan demikian, maka kegiatan jam nol dengan tujuan pembentukajn karakter siswa ditingkat SD bisa terwujud.

“Untuk SD di kota Palembang yang belum memiliki mushallah untuk digunakan oleh siswa secara serentak masih minim. Oleh karena itu, jika ada mushallah maka kegiatan jam nol bisa dilakukan dengan lebih baik lagi,” terang dia di ruang kerjanya, Rabu (7/9).

Diakuinya, mengenai masalah pendanaan pembangunan sendiri bisa dari berbagai sumber yang bisa dipertanggungjawabkan seperti mengajukan proposal kepada pihak ketiga maupun meminta sumbangan secara sukarela kepada wali murid yang memiliki ekonomi menengah ke atas. Akan tetapi, semua perjalanan pengeluaran biaya tersebut harus dikelola secara transparan dan diaudit oleh pihak terkait yang berkompeten.

“Mushallah adalah salah satu fasilitas yang sangat penting dimiliki oleh sekolah, sebab berbagai kegiatan pendidikan karakter bisa dilakukan di dalamnya seperti memabaca dan menulis Al-quran maupun sholat berjamaah sebelum pulang sekolah. Kita berharap, orang tua siswa juga ikut serta dalam pelaksanaan pendidikan karakter ini dengan cara membantu secara materi dengan sukarela sesuai kemampuan merea masing-masing. Tapi yang jelas ini tidak ada pemaksanaan dalam proses pelaksanaannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 230 Palembang, Nuraini menanbahkan, sebagai sekolah yang belum memiliki mushallah yang layak bagi siswa pihaknya telah melakukan arahan yang diberikan oleh pihak Disdikpora tersebut, yakni dengan meminta bantuan kepada pihak ketiga maupun orang tua siswa melalui rapat komite sekolah. Untuk pelaksanaannya sendiri sebagian orang tua siswa memiliki antusias yang tinggi untuk memberikan sumbangan secara sukarela kepada pihak sekolah untuk memberikan bantuan membangun mushallah ini.

“Beragam jumlah yang disumbangkan oleh orang tua siswa mulai dari Rp. 2.000 hingga jutaaan rupiah. Semuanya memberikan dengan ikhlas tanpa adanya paksanaan dari pihak sekolah. Pembangunan ini sendiri sudah kita mulai pada awal Juni lalu dan kita berharap bisa selesai nantinya. Sebab, saat ini saja kita masing menunggu bantuan dari berbagai pihak hingga alumni yang mau memberikan sumbangan dana untuk mebangun mushollah ini,” pungkasnya. (korankito.com/eja)