Pergunu Sumsel Terakhir Dikukuhkan

Ketua Pergunu Sumsel, Zainuri

Palembang – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi terakhir di Indonesia yang dikukuhkan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Tepatnya, Agustus lalu Pergunu di Sumsel didirikan. Dengan maksud untuk meningkatkan kinerja dan keprofesionalitasan seorang guru, maka lembaga yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia ini dibentuk. Lembaga profesi ini akan mengatur guru dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.

Ketua Pergunu Sumsel, Zainuri mengatakan, lembaga ini adalah badan otonom di bawah naungan NU untuk mengatur guru seperti persatuan guru Republik Indonesia (PGRI), namun sifatnya lebih memberikan program untuk menjaga keprofesionalitasan guru.

“Saat ini masih banyak guru yang belum tergabung dalam PGRI. Tujuan Pergunu adalah untuk menjaring seluruh guru baik yang telah tergabung di PGRI maupun yang belum tergabung, terutama guru yang mengajar di pesantren. Tidak masalah jika ada dwi keanggotaan, yang penting tujuannya adalah sama-sama meningkatkan keprofesionalitasan guru,” kata Zainuri di ruang kerjanya di gedung pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN), Selasa (6/9).

Diakuinya, memang Sumsel menjadi provinsi terakhir dikukuhkannya Pergunu, namun tidak menciutkan semangat kami untuk membela hak guru. “Kami akan membuat cabang ditiap kabupaten/kota di Sumsel. Saat ini kita sedang menyusun strukturnya, jadi diharapkan dalam waktu dekat akan dibentuk dan dilantik pengurus cabang ditiap kabupaten/kota se-Sumsel secara serentak,” harapnya.

Alasan lainnya juga untuk mewadahi guru-guru madrasah yang masih belum banyak tercatat menjadi anggota PGRI, terutama sekolah madrasah swasta. “Yang tercatat hanya 8 persen madrasah di Indonesia yang negeri, selebihnya milik swasta. Jadi, kita lebih ingin memastikan dan melindungi hak mereka. Kalau ada guru yang mau bergabung di Pergunu langsung saja buka website Pergunu pusat,” ujarnya.

Selain itu, programnya memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan keprofesionalitasannya. Bahkan tahun ini juga, lanjutnya, kita diberikan jatah oleh Pergunu pusat beasiswa untuk 4 orang yang orang tuanya anggota NU atau Pergunu di Universitas Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Yang akan dikuliahkan dasi strata 1 (S1) hingga S3. Dari Palembang ada 2 orang, Lubuk Linggau 1 orang dan Lahat 1 orang melalui seleksi prestasi akademik. Yang dipilih adalah anak-anak yang berkemauan dan berkemampuan di bidang akademik. Tujuannya lulus dari sana, selain menguasai ilmu dunia mereka  juga menguasai ilmu akhirat.

“Mereka akan mengemban ilmu di Universitas Abdul Chalim untuk mengemban ilmu belajar di kelas Internasional bersama mahasiswa lainnya 20 negara islam. Semua biaya dari tempat tinggal dan uang kuliah ditanggung oleh Pergunu pusat kecuali transportasi,” terang dia. (korankito.com/eja)