Bisa Dipercaya

Pemain Asing SFC Aman

IMG_4780 (1)

Palembang – Pengelola klub Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM,-red) menjamin tiga legiun asing Laskar Wong Kito aman dari pelanggaran prosedural. Terkait tidak adanya kepemilikan kartu izin tinggal terbatas (KITAS,-red) di Indonesia, para punggawa asing tersebut dalam status aman.

Hal ini dikarenakan beredar kabar adanya kabar tentang beberapa pemain yang belum memiliki KITAS di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC,-red) 2016 hingga memasuki putaran kedua pekan ke-18 tersebut. Berdasarkan hasil survey Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS, mayoritas pemain dan pelatih asing tidak memiliki KITAS. Artinya operator pertandingan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) membiarkan para pekerja asing ilegal berkeliaran dan bertetangan dengan Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013 peraturan yang ditetapkan oleh negara.

Berita Sejenis

Kelabui Petugas, Hendra Simpan Narkoba Dalam Topi

Susul Raisa, Keenan Pearce Resmi Lamar Pacar

Ponsel Ojol Dilarikan Rekan Seprofesi

1 daripada 3.097

“Kalau pemain asing tidak ada kendala soal KITAS. Semua pemain kita memiliki surat izin resmi disini,” kata Sekretaris Umum PT. SOM Faisal Mursyid saat diwawancarai.

Disebutkan Faisal satu persatu legiun asing milik Laskar Wong Kito yakni, dua striker asing asal Brasil Alberto “Beto” Gonzalves dan Hilton Moreira saat pulang ke Indonesia telah mengurus KITAS setelah berlaga dari Malaysia. Sedangkan satu lagi Gelandang Bertahan asal Korea Selatan (Korsel) Yu Hyun Ko memiliki KITAS meski dalam proses perpanjangan.

“Nah kalau bek asing Brasil Mauricio Leal, walaupun baru pertama kali ke Indonesia. Saat dia resmi memperkuat SFC KITAS-nya langsung diurus. Namun bahasanya dia memiliki KITAS tapi dalam proses  sekarang sekitar 2 bulan lagi selesai,”ungkapnya.

Selain pemain asing, Sriwijaya FC (SFC) juga mengkoleksi pelatih asing. Dia adalah legenda hidup Laskar Wong Kito Keith Kayamba Gumbs lebih dikenal dengan nama Papa Gumbs asal Saint Kitts dan Nevis. “Kenapa Kayamba lambat dan telat datang ke Palembang waktu awal perekrutan. Karena dia tengah sibuk mengurus KITASnya,” tutur Faisal.

Kabar juga menyebutkan ada 81 pemain dan pelatih asing yang keluar masuk tanpa dibekali KITAS. Dengan total, 64 pemain/pelatih asing menggunakan visa on arrival, 16 pemain/pelatih memakai visa kunjungan usaha, dan satu pemain tidak diketahui jenis visanya. Hal itu tentunya bertentangan terhadap aturan bagi warga negara asing (WNA) yang hanya memiliki bisa untuk kunjungan wisata berlaku hanya selama 30 hari. Sedangkan KITAS memang diperuntukkan kepada WNA untuk izin menetap dan bekerja selama di Tanah Air.

“Kita (klub SFC) selalu taat dengan administrasi walaupun ini hanya turnamen. Tapi izin tinggal dan menetap adalah peraturan yang dibuat negara untuk WNA. Karena kami juga takut kedepan ada kendala apabila ada verifikasi,” pungkasnya. (korankito.com/resha)