Bisa Dipercaya

Massa ASBUN dan Pendukung Bupati Ofi Nyaris Bentrok

Foto demoPalembang – Aliansi Sriwijaya Bersih Narkoba (ASBUN) kembali menggelar orasi di halaman PN Palembang, Senin (5/9). Tujuan mereka masih terkait dugaan keterlibatan AW Nofiandi alias Ofi, Bupati OI non-aktif dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kedatangan ASBUN bertepatan dengan jalannya sidang sidang Ofi. Dalam waktu bersamaan muncul ratusan warga yang mendukung Ofi di PN Palembang.

Tak heran begitu mendengar adanya orasi yang menyebut-nyebut nama Ofi, massa pendukung Ofi yang tadinya ingin menyaksikan sidang menyempatkan waktu untuk melihat ASBUN menyampaikan orasi.

Berita Sejenis

Dituntut Enam Bulan Penjara AW Nofiadi Bisa Langsung Bebas

Berkas Lengkap, Ofi Segera Diadili

Mau Pesta Sabu, Lurah 36 Ilir Diciduk

1 daripada 4

Bahkan nyaris terjadi kericuhan ketika ASBUN menyampaikan orasi. Salah satunya terjadi saat ASBUN meminta aparat pengadilan, polisi, maupun jaksa mengusut harta benda Ofi yang mereka duga sedikitnya didapat dari bisnis narkoba.

Mendengar orasi itu, massa pendukung Ofi langsung menjawab dengan nada yang tak kalah tinggi. Hingga memicu bentrokan. Beruntung emosi massa berhasil diredam anggota Satintelkam Polresta Palembang dan Polsek IT I.

“Usut kekayanan Bupati karena memiliki harta Rp20 miliar. Mantan Bupati Kabupaten Ogan Ilir AW Noviadi harus dituntut seumur hidup. Serta menyita asset dan kekayaan mantan Bupati OI apabila terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang,” teriak Kordinator Lapangan ASBUN, Ruben Alkhatiri.

Menurutnya, dalam kasus Ofi, penegak hukum harus benar-benar adil dan memberikan hukuman penjara maksimal. “Karena sebagai contoh kepala daerah tidak boleh menggunakan narkoba dan harus memberikan contoh suri tauladan kepada generasi muda dan wilayah yang dipimpinnya,” katanya.

Massa pendukung Ofi pun tak mau kalah. Mereka meneriakkan kata-kata dengan nada yang tidak kalah tingginya. “Ofi itu sudah kaya dari keturunan. Neneknya memang sudah kaya, jadi tidak heran kalau dia banyak uang,” kata massa pendukung Ofi.

Silang pendapat ini membuat kedua kubu saling berhadapan. Namun polisi bertindak sigap sehingga bentrokan tidak terjadi. Polisi meminta   massa ASBUN untuk meninggalkan halaman PN Palembang.(korankito.com/ria)