Harnojoyo Sidak Penjual Hewan Kurban

Sidak - Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Walikota Palembang  Fitrianti Agustinda saat meninjau kesehatan hewan Qurban yang ada di Jalan Demang Lebar Daun dan Soekarno Hatta Palembang, Senin (5/9). KORKIT-WAHYU

Sidak – Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau kesehatan hewan Qurban yang ada di Jalan Demang Lebar Daun dan Soekarno Hatta Palembang, Senin (5/9).
KORKIT-WAHYU

Palembang – Jelang Hari Raya Idul Adha 2016, Walikota Palembang H. Harnojoyo melakukan sidak langsung  penjualan hewan kurban di Palembang. Penjual hewan kurban yang berada di pinggiran seputaran jalan Demang Lebar Daun menjadi tempat pertama yang didatangi Harnojoyo.

Harnojoyo mendatangi satu-satu kandang yang berisi hewan kurban sapi dan kambing sembari berbincang-bincang dengan penjual hewan kurban. Selanjutnya,  sidak pun dilanjutkan di jalan Soekarno Hatta di depan Rumah Makan Ibat Daun. Satu persatu hewan kurban diperiksa tim satgas binaan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Perhutanan (DP2K) kota Palembang

Dalam sidak tersebut, Harnojoyo memberikan sertifikat/label kesehatan kepada penjual hewan kurban dan juga kalung sebagai keterangan hewan-hewan kurban yang akan dijual sudah dicek kesehatan dan dinyatakan dalam keadaan sehat dan layak jual.

Dalam arahannya Harnojoyo mengatakan, penjual harus memperhatikan kesehatan hewan kurban yang akan dijual. Kondisi hewan kurban sendiri harus memenuhi dari sisi syarat kesehatan dan hukum syariat Islam. “Jangan menjual hewan kurban yang sakit,” katanya, Senin (5/9)

Selain memberikan arahan mengenai cara menjual hewan kurban yang layak, Harnojoyo juga mengatakan, penjual juga harus memperhatikan dari sisi kebersihan. Penjual jangan sampai tidak memperhatikan kebersihan sekitar tempat mereka berjualan. “Boleh berjualan tapi tetap menjaga kebersihan,”ujarnya.

Terkait jika ditemukannya penjual hewan kurban yang menjual hewan kurban yang tidak layak, tambah Harno .akan diberi sangsi tegas. Tentunya dengan pembinaan terlebih dahulu dari DP2K. Namun, jika masih saja melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku mengenai syarat penjualan hewan kurban penjual nakal tersebut tidak akan diberi tempat lagi untuk berjualan hewan kurban lagi.

“Para penjual tentu sudah paham dengan syarat yang ditentukan apalagi rata-rata oenjuak sudah 20 tahun berjualan hewan kurban, tentu sudah paham dan mengerti,” tukasnya.

Untuk pembelian juga harus memperhatikan. Jangan hanya karena harga murah tidak memperhatikan kondisi dari hewan kurban yang dibeli. Pembeli harus benar-benar jeli dan memperhatikan hewan layak dengan tidak layaknya. “Jangan sampai di tempat ini harga sapinya Rp 36 juta, ditempat lain hanya Rp 20 juta. Nah itu ada apa kenapa bisa murah dengan jenis hewan kurban yang sama,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Perhutanan (DP2K) kota Palembang Harrey Hady mengatakan, pihaknya menurunkan tim satgas kesehatan untuk memantau hewan-hewan kurban yang mulai marak di jual menjelang hari raya Idul Adha 1437H.

Tim satgas terdiri dari dokter hewan yang bertugas memantau kesehatan hewan kurban. Hewan-hewan tersebut akan diperiksa kesehatannya mulai dari kondisi fisik dan kesehatan masing-masing hewan yang akan dijual.

“Tim yang kita turunkan berjumlah 21 tim. Ada dokter hewannya juga. Tim ini akan mendatangi tempat-tempat yang menjual hewan kurban yang sudah terdata,” kata Harrey Hady,  Senin (5/9) usai sidak Walikota ke para pedagang hewan kurban yang ada di Kota Palembang.

Harry menjelaskan sampai dengan hari ini sudah 50 persen penjual hewan kurban di Kota Palembang yang didatangi dan diperiksa kesehatan hewan kurbannya. Dipastikan belum adanya ditemukan hewan kurban yang mengalami sakit parah dan tidak layak jual.

Tambah Harry, hewan kurban yang sudah di periksa kesehatannya akan diberi kalung sehat. Sedangkan untuk penjual diberi sertifikat atau label tanda bahwa tempat penjual hewan kurban tersebut sudah memiliki sertifikat tempat layak jual hewan kurban.

“Pembeli yang membeli hewan kurban yang sudah mendapatkan kalung sehat, kalungnya jangan kembalikan lagi ke penjual. Kalung itu bukti kalau hewan kurban itu sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat dan layak jual,” bebernya.

Harry pun menghimbau agar penjual dan pembeli harus sama-sama transparan. Transparan disini jelas Harrey agar proses jual beli terjadi secara sehat.  “Kejujuran itu yang utama,”jelasnya.

Sementara Kasi Kesehatan Hewan DP2K Suyatno mengatakan, Tim Satgas Kesehatan yang diturunkan timnya bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban. Dalam Tim Satgas ini terdiri dari dokter hewan dan juga tim dari DP2K Palembang.

Hewan-hewan kurban tersebut jelas Suyatno diperiksa kesehatannya agar jangan sampai nantinya ditemukan hewan kurban yang berpenyakitan. Seperti dari sisi tidak boleh cacat, kulit tidak kusam, mata hewan bergerak dengan aktif, jangan sampai ada kaki hewan yang patah, kuping hewan yang gompel dan lain sebagainya.

“Semuanya harus memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam juga. Selain itu juga dilihat kecukupan umur hewan kurban,” jelasnya.

Untuk usia sapi sendiri yang boleh dijual untuk kurban yakni yang telah berumur dua tahun. Sedangkan untuk Kambing yang berusia satu tahun.

Pemeriksaan yang dilakukan tambah Suyatno belum menemukan adanya hewan kurban yang sakit. Kalaupun ditemukan hewan kurban yang sakit tesebut akan diisolir dan diobati jangan sampai pembeli salah membeli saat hewan tersebut di pajang untuk dijual. (korankito.com/ria)