Minimal Poltekpar Palembang Butuh 24 Dosen Tetap

IMG_20160727_142936_AO_HDRPalembang-Politeknik pariwisata (Poltekpar) Palembang terus berbenah diri dan memperkuat sistem pendidikannya. Hal itu diungkapkan Direktur Poltekpar yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn.

Irene mengakui saat ini masih banyak kekurangan Poltekpar. Namun, pihaknya terus memperkuat diri demi kemajuan pariwisata Sumsel. “Kita mengadopsi kurikulum dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Akan kita maksimalkan bahkan kalau bisa melebihi perguruan tinggi pariwisata lainnya,” jelas Irene,   usai kuliah umum Poltekpar di Dinning Hall Jakabaring Sport City, Jumat (2/9) pagi.

Saat ini dosen Poltekpar masih diperbantukan dari STP Bandung dan Universitas Sriwijaya (Unsri). Diharapkan nantinya para dosen ini menjadi dosen tetap Poltekpar. Pasalnya, salah satu syarat utama perguruan tinggi adalah memiliki dosen tetap, dimana 1 program studi (prodi) minimal ada 6 dosen tetap.

“Kita setidaknya butuh 24 dosen tetap untuk 4 prodi yang kita punya. Prodi divisi kamar, seni kuliner, tata hidang dan perjalanan,” terang wanita berkacamata ini.

Dari pendaftar 600 orang, hanya 199 yang diterima karena Poltekpar menginginkan mahasiswa yang benar-benar berkualitas. “Awalnya targetnya 208 mahasiswa, tapi kami benar-benar mengambil yang berkualitas jadi hanya 199 yang berhasil lulus seleksi yang terbagi dalam 4 prodi,” ungkapnya.

Mahasiswa hanya membayar uang semester sebesar Rp2.050.000 rupiah per semester. Semua biaya lainnya mendapat subsidi dari pemerintah, karena ini adalah politeknik negeri.

Menurut Irene, perencanaan pendirian Poltekpar ini dimulai sejak 2013 dan hibah tanah oleh pemerintah di tahun 2014. “Secara akademisi mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2015. Sedangkan untuk pembangunan gedung perkuliahan akan dimulai pada tahun 2017 nanti,” ujar Irene.korankito.com/ejak