Bisa Dipercaya

Mahasiswa Poltekpar Harus Jaga Budaya Sumsel

IMG_20160902_083127_1_AO_HDRPalembang – Sebanyak 199 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, mendapat kuliah umum dari Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin di Dinning Hall, Jakabaring Sport City, Jumat pagi (2/9) pagi.

Dalam pidatonya Alex mengatakan, Poltekpar didirikan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang pariwisata karena Sumsel mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar di Indonesia.

“Hanya ada 2 kota di Indonesia yang dianggap layak menyelenggarakan Asian Games, Jakarta dan Palembang. Kita dipilih karena proaktif dalam pembangunan fasilitas pendukungnya,” kata Alex.

Berita Sejenis

Kelabui Petugas, Hendra Simpan Narkoba Dalam Topi

Susul Raisa, Keenan Pearce Resmi Lamar Pacar

Ponsel Ojol Dilarikan Rekan Seprofesi

1 daripada 3.097

Diakui Alex, saat ini Poltekpar Lombok memang lebih maju lantaran kurikulumnya sudah tertata rapi dan dosennya sudah melakukan pelatihan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Untuk itu pihaknya akan memfasilitasi apa saja yang diperlukan untuk kemajuan Poltekpar Palembang.

Ada empat kompenen pendukung pariwisata yaitu destinasi (tempat tujuan), home stay (rumah singgah), moda transportasi dan sumber daya manusia (SDM). “Untuk itulah anak-anak sekalian akan mengisi kebutuhan SDM profesional bidang pariwisata. Kita akan jadikan Poltekpar ini benar-benar berbeda dari poltek lainnya. Jadi, mari kita bangun pariwisata di Indonesia ini,” katanya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Kelembagaan Pariwisata Republik Indonesia, Ahmansyah mengatakan, Poltekpar baru ada 2 di Indonesia yaitu di Palembang dan Lombok. Menurutnya ini adalah yang didirikan tercepat mungkin di dunia.

“Kalian itu penentu maju mundurnya pariwisata di Sumsel.  Dan juga pada 2018 nanti akan ada Asian Games, dimana nanti akan praktek kerja langsung dan diuji seberapa jauh keterampilan selama mengeyam bangku perkuliahan di Poltekpar,” ujarnya kepada mahasiswa yang mengikuti kuliah.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus ditekankan, yaitu menjaga karakter berbudaya Sumsel. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Dan yang terakhir adalah kolaborasi dengan pihak luar yang berkompeten di bidang pariwisata. “Kami percayakan kepada stake holder dan pihak terkait lainnya agar Poltekpar ini menjadi yang terbaik,” pungkasnya.korankito.com/ejak