Ledakan Kapal Tongkang Dapat Dikenakan Pidana

IMG_9277

Palembang – Kasus meledaknya satu unit Kapal tongkang pengangkut minyak Pertamina RU III Plaju merk Easterr 333 saat sedang melakukan loading di pelabuhan dermaga VI Sungai Gerong, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa 30 Agustus 2016 lalu terus dilakukan penyelidikan oleh Tim Labfor Polair Polda Sumsel.

Dari peristiwa tersebut, korban yang diketahui bernama Zainuddin tewas ditempat, dan satu orang lagi yakni Junaidi mengalami luka bakar berat disekujur tubuhnya. Dan hingga kini tengah dirawat dirumah sakit.

Wakil Direktur Polair Polda Sumsel, AKBP Rekti Darmanto saat ditemui di Mapolda Sumsel menjelaskan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan tersebut. Sebab, tim lab for yang menangani kasus tersebut agak kesulitan melakukan penyelidikan dikarenakan ruangan tempat lokasi ledakan masih dipenuhi gas Hydrocarbon hasil kandungan premium dan pertamax. Sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab ledakan.

“Saat ini kita masih lakukan penyelidikan terhadap penyebab ledakan. Memang agak mengalami kesulitan dikarenakan keadaan ruangan tempat ledakan yang sangat gelap dan masih ada kandungan gas yan keluar dari bawah lambung kanan kapal,” ungkap Bekti, Kamis (1/8).

Ditanyai mengenai kronologi kejadian, Bekti memaparkan, jika dugaan sementara ledakan terjadi saat mesin yang berada didalam ruangan kamar diduga korslet dan menyulut percikan api ke kandungan gas hingga menyebabkan ledakan.

“Dugaan sementara, api berasal dari kamar mesin yang saat itu tengah dilakukan loading mesin oleh tiga orang, hingga menyebabkan korban tewas. Dan, ledakan tersebut tidak menyambar tangki mintak sehingga tidak mengakibatkan ledakan besar,” paparnya.

Disinggung mengenai adanya pidana kelalaian dalam peristiwa tersebut, dikarenakan sudah memakan korban. Bekti menjelaskan, jika saat ini pihaknya masih belum memastikan. Sebab, pihaknya masih berfokus melakukan penyelidikan terhadap penyebab ledakan. Namun, jika hasil penyelidikan terdapat unsur kelalaian, tidak dipungkiri peristiwa tersebut terdapat unsur pidana. Sebab, peristiwa tersebut menyebabkan satu korban tewas. Dan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap operator apakah saat loading sesuai prosedur atau tidak.

“Kita belum sampai kesana, kita masih selidiki dulu penyebab ledakan. Tapi jika memang ada unsur kelalaian kita akan memanggil pihak operator dan memeriksa SOP dilapangan apakah sesuai prosedur atau tidak,” tukasnya.(korankito.com/kardo).