Pemutihan Pajak, Pengunjung Samsat Membludak

Bayar Pajak - Hari pertama pemutihan pajak kendaraan mulai banyak masyarakat mendatangi kantor Samsat kota Palembang di Jalan. Pom IX Kampus Palembang, Kamis (1/9). Pemutihan pajak ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2016 mendatang. KORKIT-WAHYU

Bayar Pajak – Hari pertama pemutihan pajak kendaraan mulai banyak masyarakat mendatangi kantor Samsat kota Palembang di Jalan. Pom IX Kampus Palembang, Kamis (1/9). Pemutihan pajak ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2016 mendatang.
KORKIT-WAHYU

Palembang – Saat dikabarkannya kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendapatan Daerah yang membebaskan denda Pajak atau dikenal dengan istilah pemutihan pajak bagi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor  (BBN – KB) Hingga jumlah warga Wajib Pajak (WP) yang mendatangi kantor Samsat Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel di Jalam Pom IX terlihat membludak, sejak pagi tadi ditentukannya hari pertama pemutihan, Kamis (1/8).

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Tomex Kurniawan melalui Kabid Regident AKBP Dwi Hartono mengatakan, peningkatan jumlah Wajib Pajak yang datang pada hari pertama sudah terlihat sejak pagi membludak. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang datang dua kali lipat dari hari biasanya. Kalau hari biasanya sekitar dua ribu orang yang datang untuk membayar pajak.

“Hari ini bisa mencapai empat ribuan yang datang untuk membayar pajak kendaraannya, tidak seperti hari biasa. Antusias masyarakat membludak,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan dengan adanya program ini masyarakat segera memanfaatkannya. “Semoa bermanfaat, dan bagi yang tidak membayar pajak jika terjaring akan kami kandangkan dan juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan kami hapuskan dari daftar register maka kendaraan tersebut dianggap illegal,”tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel Marwan Pansuri mengatakan hari pertama diberlakukannya program tersebut, pihaknya mengharapkan peran serta masyarakat segera untuk memanfaatkan pemutihan pajak. Sebab jika tidak dilakukan, maka nomor pajak regis ter akan dianggap ilegal.

“Kami sangat berharap, semoga pemutihan ini bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, Kita ketahui saat ini pendapatan negara sedang mengalami penurunan, untuk meningkatkan PAD Sumsel kami genjot dari sektor pajak kendaraan,”ungkapnya.

Bahkan, saat ini jika pihaknya tidak main – main menargetkan penerimaan dari berbagai sektor. Hingga jumlah pajak sudah mencapai 300 miliar, 257 miliar dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan 40 miliar dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN – KB).

“Kita akan Sosialisasikan terus dan kian gencar kami lakukan dari berbagai media, silakan datang keseluruh kantor UPTD Dispenda yang ada diseluruh kabupaten kota di Sumsel. Kami juga bekerja sama Ditlantas Polda untuk mensosialisasikan program ini bagi kendaraan menunggak pajak lebih dari empat tahun akan dikandangkan,” tutupnya. (korankito.com/kardo).