KPAID Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Yang Buron

IMG_20160831_155333

Palembang – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Palembang, meminta kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, untuk terus memburu tersangka HR (25) yang telah melakukan pemerkosaan terhadap AM (16) secara bergilir bersama kelima teman lainnya.

“Kita berharap, semua tersangka ditangkap, kami siap membantu anggota kepolisian dalam kasus ini. Kami, juga meminta polisi untuk menindak tegas pelaku yang enggan menyerahkan diri,” jelas Ketua KPAID Kota Palembang, Adi Sangadi, saat dimintai konfirmasi, Kamis (1/8) sore.

Menurutnya, tindakan tegas yang harus dilakukan oleh pihak kepolisian guna memberikan efek jera terhadap pelaku. “Selain untuk tersangka itu sendiri, juga akan memberikan efek takut kepada mereka yang diluar sana, yang berniat melakukan tindakan asusila,” tambahnya.

Ia juga menghimbau, agar orangtua tersangka HR yang masih buron saat ini, segera menyerahkan anaknya ke pihak Kepolisuan maupun KPAID Kota Palembang. “Kita berharap tersangka korperatif dengan menyerahkan diri. Orang tua tersangka juga diminta jangan menyembunyika pelaku,” ujarnya.

Masih dikatakan Adi, pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban. Maka dari itu, KPAID akan melakukan pengawalan kasus pemerkosaan ini hingga sampai proses persidangan nanti.

“Keluarga korban juga sudah melaporkan ke kami. Kondisi korban saat ini, secara fisik memang baik, namun secara psikis, korban trauma berat dan sudah kita lakukan terapi. Kita bawakan juga psikolog untuk mengembalikan kejiwaannya seperti semula,” ungkapnya.

Sembelumnya, gerak cepat yang dilakukan PPA Polresta Palembang berbuah manis dengan mengamankan lima dari enam tersangka pemerkosaan terhadap siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial AM (16), yang tinggal di Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar, Palembang.

Para pelaku ditangkap petugas tiga jam setelah Unit PPA Polresta Palembang mendapatkan laporan dari kelurga korban. Satu-per satu, tersangka dicokok dari rumahnya masing-masing, yang berada di Jalan Perindustrian I, Kecamatan Sukarami Palemhang.

Para pelaku yang ditangkap, yakni Andri (18), Panji (20), Adit (20) Fikih (18) serta Jodi (19). Sementara, tersangka HR (25) yang sudah mengetahui rekan-rekannya ditangkap polisi, saat ini masih dalam pengejaran anggota PPA Satreskrim Polresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian pemerkosaan yang dialami AM bermula saat korban berkunjung ke rumah saksi Irma, Senin (8/8) sore. Lalu, saat hendak pulang, korban meminta dijemput temannya bernama Rahmat. Akan tetapi, lantaran tak punya motor, Rahmat meminta tersangka Andri untuk mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Tak lama kemudian, datang tersangka Andri dan Fiqih yang bermaksud mengantar korban pulang. Namun, bukan diantar pulang ke rumahnya, melainkan AM diajak kedua tersangka ke semak belukar di kawasan Jalan Perindustrian. Di tempat inilah, korban dipaksa kedua tersangka melayani nafsu bejatnya.

Kemudian, AM diajak kedua tersangka ke rumah kontrakan tersangka Panji, lalu korban kembali diperkosa oleh Andri dan Fiqih. Tak sampai di situ, ketiga tersangka lainnya Panji, Adit, dan HR juga ikut menggauli korban secara bergilir. Setelah itu, korban minta diantarkan ke rumah temannya di kawasan Bukit Besar.

Lagi-lagi, korban bukan diantarkan ke rumah temannya, melainkan korban kembali diajak HR dan Andri ke sebuah warung milik keluarga HR yang berada di kawasan Bukit Besar. Kembali, korban diancam, dengan cara dicekik agar mau melayani nafsu setan kedua pelaku, selanjutnya korban diantarkan ke rumah temannya.

“Saya melihat ada perubahan dengan anak saya, lalu saya desak baru dia bercerita kalau di perkosa oleh mereka. Saya berharap, agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar ibu korban NT saat melapor di SPKT Polresta Palembang

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede didamping Kasubnit PPA Ipda Henny mengatakan, penangkapan pelaku, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari orangtua korban yang mengatakan AM sudah diperkosa oleh kawanan tersangka.

“Jadi, setelah mendapatkan laporan, kita langsung bergerak cepat dengan mengamankan kelima pelaku tindakan secara keji terhadap anak di bawah umur, yang melakukan pemerkosaan secara paksa dan bergilir,” ujarnya saat gelar perkara di Halaman Mapolresta Palembang, Rabu (15/8) sore.

Korban sendiri saat ini masih menjalani proses terapi di salah satu Rumah Sakit di Kota Palembang. Sementara pelaku lainnya, masih dalam pengejaran unit PPA Polresta Palembang.

“Korban mengalami trauma, sekarang masih dalam proses terapi kesehatan. Pelaku yang buron, masih dalam pengejaran dari tim PPA, sedangkan kelima tersangka akan dikenakan pasal 76, pasal 81 Undang-undang No 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” tambahnya.

Tersangka Andri mengakui perbuatannya yang sudah memperkosa korban. Menurutnya, ia memaksa korban berhubungan badan sebanyak dua kali. “Iya, sebelum bersama mereka, saya juga pernah sekali melakukannya,” katanya. (korankito.com/denny)