Hidupkan Tradisi Budaya “Telok Abang”

Perahu Gabus - Menjelang HUT RI ke-71 sudah mulai marak salah satu nya adalah Perahu Gabus yang mulai menjamur di Jalanan Merdeka, Palembang. Pernak-pernik ciri khas kota Palembang ini dibandrol dengan harga Rp. 50.000 sampai Rp. 75.000.

Perahu Gabus – Menjelang HUT RI ke-71 sudah mulai marak salah satu nya adalah Perahu Gabus yang mulai menjamur di Jalanan Merdeka, Palembang. Pernak-pernik ciri khas kota Palembang ini dibandrol dengan harga Rp. 50.000 sampai Rp. 75.000.

Palembang – Pasca dilantik Walikota Palembang, Kamis (1/9) tugas berat sudah menanti Isnaini Madani. Ia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja bertukar posisi menjadi Kepala Dinas Pariwisata (Disbudpar) kota Palembang.

Pasalnya, Walikota Palembang H. Harnojoyo menegaskan peran Disbudpar untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Palembang. Apalagi Kota Palembang akan bersaing dengan ibu kota Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018 nanti. Menjadi momentum tepat untuk mengenalkan budaya Palembang kepada negara-negara yang ada di Asia. Dibutuhkan inovasi dan kerja keras untuk memajukan dan menggali potensi-potensi wisata yang dapat dikembangkan sehingga menjadi daya tarik pihak luar untuk datang ke Kota Palembang.

Menanggapi hal tersebut, Isnaini Madani mengatakan tugas berat yang diberikan oleh Walikota Palembang H. Harnojoyo kepada dirinya bagaimana bisa memajukan pariwisata Palembang agar dikenal dikancah dunia baik naional maupun internasional.

Isnaini mengungkapkan, sangat apresiasi masukan yang diberikan oleh Walikota agar Disbudpar belajar bagaimana mengenal dan menggali potensi-potensi wisata yang ada. “Kita akan tindak lanjuti arahan dari pak wali, bagaimana secara atraktif dapat menarik banyak orang mengunjungi destinasi wisata kita,” ujarnya.

Menurutnya, potensi wisata yang ada di kota Palembang masih banyak yang bisa di gali lagi. Palembang memiliki banyak destinasi pariwisata diantaranya Pulau Kemaro yang bisa di jadikan salah satu destinasi pariwisata yang bisa diandalkan. Pulau Kemaro memiliki banyak sejarah perpaduan budaya Palembang dan Budaya dari negeri tirai bambu. Hanya saja memang butuh perhatian dan penataan khusus dalam hal pengelolaan Pulau kemaro tersebut.

“Bukan hanya Pulau Kemaro saja, akan banyak potensi-potensi pariwista lain yang akan kita gali dan kita kenalka untuk masyarakat luar agar tertarik datang ke Palembang,” katanya.

Terkait akan banyaknya pengunjung yang datang ke Palembang saat Asian Games nanti, tambahnya menjadi momen tepat untuk mempromosikan kembali budaya dan tradisi yang ada di Palembang. Sebagai contoh ia mengatakan “Telok Abang” yang hanya ada di kota Palembang. Tradisi “Telok Abang” yang hanya ada di palembang dan di jual saat mendekati perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus bisa dikenalkan kepada pengunjung sebagai sovenir khas Palembang.

“Asian Games nanti kan berbarengan dengan perayaan kemerdekaan RI. Nah kalau bisa para penjual “Telok Abang ” ini berjualan di venue-venue tempat perlombaan,” ulasnya.

Selain meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Palembang, peningkatan promosi wisata juga dibutuhkan. karena itu dibutuhkan kerjasam semua stake holder yang ada. (korankito.com/ria)