Dzaki Bakal Susul Tantowi-Liliana

IMG-20160830-WA0004

Palembang – Prestasi yang ditorehkan oleh duet atlet bulutangkis Tantowi-Liliana menjadi motivasi bagi orang lain, tak terkecuali M. Dzaki Putera.  Putra pasangan Dr Hadriyans dan Nurazizah ini ingin mengejar impian untuk menjadi pebulutangkis dunia. Jatuh bangun dalam proses audisi tidak menyurutkan langkahnya meraih satu tiket menjadi peserta Pusat Pelatihan dan Pendidikan Bulutangkis Djarum Kudus 2016.

Kini ia menjadi satu dari 12 pebulu tangkis yang mewakili Sumatera Selatan melaju ke seleksi akhir memperebutkan satu tempat di Puslatdik Bulutangkis terbaik di Asia bersama anak-anak dari seluruh penjuru negeri.

“Saya sudah tiga kali ikut audisi, dan audisi yang ketiga baru lulus. Ini perjuangan berat, tinggal satu langkah lagi, dan semoga saya diterima di Puslatdik Bulutangkis Djarum Kudus tahun ini,” ujar Dzaki.

Perkenalannya dengan dunia tepak bulu ini pun terbilang unik. Berawal dari rasa penasaran melihat temannya yang menggunakan sepatu bulu tangkis yang `keren` di dalam kelas, akhirnya membawa putra pertama dari tiga bersaudara ini bergabung dalam sebuah klub bulu tangkis lokal di Palembang, Naga Jaya.

Sejak saat itu, Dzaki serius berlatih bulu tangkis dibawah arahan pelatih Hariantanto yang juga sempat menanggani Muhammad Aksan (juara dunia bulu tangkis ganda putra tahun 2015). Program latihan yang keras pun dilalap setiap hari. Tanpa mengenal bosan dan lelah, latihan telah menjadi kesenangan tersendiri bagi bocah berusia 12 tahun tersebut.

“Setiap hari latihan dari pukul 16.00 hingga 19.30 WIB, libur hanya hari minggu saja. Meski capek, tapi jika tidak latihan rasanya seperti ada yang hilang,” kata dia.

Tak berhenti hanya berlatih di Palembang, juara Kejuaraan Daerah Bulu Tangkis ini juga menjajal kemampuan dengan mengikuti kompetisi di Jawa. Berdasarkan pengalaman itu, Dzaki menyadari bahwa jika ingin menjadi atlet top dunia maka harus berlatih terprogram dibawah arahan pelatih andal dan sementara ini hal itu tidak ada di kota tempat tinggalnya. Oleh karena itu, pada tahun kedua, Dzaki memberanikan diri mengikuti Audisi Djarum dengan langsung mengunjungi Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 2014.

Meski gagal pada kesempatan pertamanya, semangatnya tidak padam, dengan berlanjut mengikuti audisi yang kedua pada 2015 untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan di Palembang karena seleksi sudah diadakan di sembilan kota. Namun sayang, Langkah pun kembali terhenti pada babak perempat final.

Namun pada audisi yang ketiga di Palembang pada Maret lalu, Dzaki akhirnya lolos menuju Kudus setelah menjadi pemenang kelompok umur dibawah 13 tahun. Ia meraih kemenangan penuh tanpa pernah terkalahkan dari babak awal.

Menurut orangtua dari Dzaky Dr Hadriyans, sejak lama putranya mengimpikan bergabung dengan Puslatdik Djarum Kudus. Oleh karena itu ia bersyukur di kali ketiga seleksinya buah hatinya berhasil meraih kesempatan langka tersebut.

“Saya pernah ajak Dzaki ke sana untuk melihat langsung. Sepertinya bergabung di Puslatdik Djarum Kudus menjadi impiannya, dan saya sebagai orangtua memberikan dukungan penuh,” kata Hadriyans. (korankito.com/resha)