Isak Tangis Warnai Pertemuan Siswa SMAN Sumsel dengan Orangtua

IMG_20160831_111447_1_AO_HDRPalembang – Susana haru biru mewarnai aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Sumatera Selatan (Sumsel), saat siswa baru tahun ajaran 2016/2017 memberikan bunga mawar kepada orangtuanya.

Sebanyak 100 orang pelajar kelas sepuluh (X) menangis bahagia saat berjumpa orangtuanya setelah sebulan penuh dikarantina di asrama. Tidak ada komunikasi sama sekali dengan orangtuanya. Isak tangis, tawa, haru memenuhi aula SMAN Sumsel sehingga membuat para tamu undangan pun ikut larut dalam stuasi tersebut.

Kepala SMAN Sumsel Nanang Adi Prayitno mengatakan, selama sebulan penuh mereka tidak diperbolehkan berkomunikasi maupun bertemu dengan orangtuanya. “Ini sudah kita lakukan setiap tahunnya, agar mereka dapat lebih mandiri. Sebab, mereka akan tinggal di asrama hingga mereka libur semester ataupun lulus dari sini,” jelas Nanang seusai acara pengukuhan atau inagurasi pelajar SMAN Sumsel, Rabu (31/08).

100 Siswa ini yang terpilih dari 1.363 pendaftar. Ada beberapa tahapan dalam ujian masuk ke SMAN Sumsel, yaitu administrasi, tes potensi akademik, focus group disscusion (FGD) dan interview lalu terakhir visitasi. Dari 1.363 disaring menjadi 200 pendaftar melalui seleksi administrasi, baru dilanjutkan dengan serangkaian tes lainnya.

Tiap tahun didominasi pelajar perempuan, perbandingan tahun ini 71 perempuan berbanding 29 laki-laki. Ada 40 pelajar yang berasal dari di kota Palembang, sedangkan 60 lainnya berasal dari kabupaten/kota se-Sumsel.

Dijelaskannya, pihaknya hanya memberikan libur izin menginap ketika liburan semester, sedangkan tiap hari minggu mereka hanya diperbolehkan keluar asrama dari pukul 10.00-16.30.

“Libur semester kita sesuaikan dengan anjuran Dinas Pendidikan, yaitu selama 14 hari. Sedangkan untuk pesiar setiap minggunya hanya diperbolehkan dari pukul 10.00-16.30. Itu pun dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan, diantaranya kamarnya harus bersih dan ada tim penilai yang menentukan pelajar mana saja yang kamarnya bersih dan diperbolehkan pesiar,” pungkasnya.korankito.com/ejak