Polda Sumsel Bakal Bongkar Bisnis Narkoba di Lapas Pakjo

IMG_9251Palembang-Terungkapnya peredaran narkoba yang beredar di wilayah Lapas dari enam pelaku jaringan antarprovinsi yakni TF, NS, NH, HM, dan dua narapidana Lapas Pakjo, MH dan MD alias Abah, membuat jajaran Ditres Narkoba Polda Sumsel langsung melakukan langkah penyelidikan terhadap pihak Lapas.

Lapas yang seharusnya menjadi tempat warga binaan yang berstatus narapidana tersebut harus bersih dari ulah oknum yang mengendalikan peredaran narkoba di kalangan para napi.

Dir Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Irawan Davidsyah melalui Kasubdit l Ditres Narkoba Polda Sumsel Kompol Irawan Aryanto mengatakan, peredaran narkoba di wilayah lapas merupakan hal serius. Sebab, kasus tersebut sudah pasti melibatkan oknum pihak Lapas yang menjadi beking para pelaku untuk melancarkan bisnis haramnya.

“Kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak Lapas. Sebab, tidak dipungkiri jika ada oknum yang terlibat. Karena informasi tersebut kami dapat langsung dari tersangka jika saat HM tiba di Lapas, akan ada anggota Lapas yang akan mengambil barang tersebut,” ungkap Aryanto.
Disinggung mengenai kualitas barang bukti berupa shabu dan ekstasi asal Aceh tersebut. Aryanto mengungkapkan, jika dari hasil pengamanan, barang bukti berupa shabu tersebut merupakan kualitas nomor satu. Sebab, saat pengamanan, shabu tersebut masih dalam bentuk kotak dan tidak terpecah seperti barang bukti yang diamankan pihaknya sebelumnya.

“Berdasarkan informasi dan kondisi barang bukti, barang yang diedarkan tersebut merupakan KW 1 atau dikenal dengan barang kualitas bagus. Sebab, saat hendak dijual, barang bukti utuh dan tidak dipecah, dan dari pengakuan para tersangka, sekali transaksi bisa menghasilkan setoran sebesar Rp400 juta kepada sang bandar,” ujarnya.

Selain itu, saat ditanyai mengenai tindak lanjut terhadap pihak lapas, Aryanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Krimsus Polda Sumsel, apakah terdapat tindak pidana pencucian uang dalam bisnis tersebut. Dan pihaknya juga akan melakukan penyelidikan bagaimana pengamanan pihak lapas hingga para narapidana bisa memiliki handphone di dalam lapas yang seharusnya menjadi barang terlarang.

“Kita akan kerjasama dengan tim cyber crime dari Krimsus Polda Sumsel, dan juga akan melakukan penyelidikan kepada pihak lapas terkait beredarnya narkoba di kalangan lapas. Saat ini kita masih fokuskan pengembangan terhadap keenam tersangka terlebih dahulu,” ujar Aryanto.(korankito.com/kardo).