Bisa Dipercaya

Ofi Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba

IMG_20160830_100911Palembang – Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang mulai menyidangkan kasus narkoba yang menjerat mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Noviadi Mawardi alias Ofi, Selasa (30/8).

Dalam perkara ini, Ofi disidangkan bersama dua terdakwa lainnya Faizal Rochie dan Murdani. Para tersangka yang tak menjalani penahanan ini telah menunggu di ruang jaksa, Pengadilan Negeri Palembang.

Saat menuju ruang sidang terlihat kerabat, kolega, keluarga dan pendukung terdakwa ramai-ramai memasuki ruang sidang. Dengan mengenakan baju putih dan celana krem serta peci, Ofi duduk di kursi pesakitan untuk menjalani sidang perdana dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum.

Berita Sejenis

Anda Pasangan Muda? Ini Pilihan Rumah Menarik untuk Anda

Polisi Linggau Belajar Mandikan Jenazah

Buron 8 Bulan, Pembobol Rumah Dipelor

1 daripada 3.083

Sidang perdana dipimpin langsung hakim ketua Adrianda Patria yang juga Ketua PN Palembang dengan anggota Wisnu dan Aloko.

Sidang mendengarkan keterangan dua saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) AKP Sutikno dan Brigadir Falkalis. Kedua saksi tampak kebingungan saat hakim anggota Wisnu Wicaksono mencecar soal surat penangkapan terhadap Ofi. Dalam persidangan, Wisnu menjabarkan soal surat penangkapan terhadap seseorang harus dilampirkan sesuai pasal 18 ayat (1) KUHP. Beberapa kali pertanyaan soal surat penangkapan tersebut dilontarkan oleh Wisnu terhadap saksi. “Apakah saudara ada surat penangkapannya pada hari tersebut?” tanya Wisnu.

AKP Sutikno sendiri tak bisa banyak menjawab pertanyaan hakim. Sutikno menerangkan, saat penggeledahan di kediaman orangtua Ofi, lampu di rumah tersebut tiba-tiba dimatikan sehingga penggeledahan menjadi terhambat.

Sutikno menjelaskan jika mereka sempat tertahan di rumah orangtua Ofi yang berada di Kecamatan Gandus Palembang. Lantaran dihalangi anggota Satpol PP, orangtua AW Noviadi, Mawardi Yahya dan juga seorang keluarga dari AW Noviadi yang merupakan anggota polisi, mereka tidak bisa langsung masuk ke rumah terdakwa.

“Surat penangkapan, penggeledahan terhadap terdakwa ada. Tetapi yang memegangnya Katim. Ini bukan ranah saya untuk menjawab. Kami juga dihalangi orangtua terdakwa dan juga Satpol PP di rumah mereka,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan Brigadir Falkalis, dijelaskannya mereka telah membawa surat penangkapan dan penggeledahan untuk Ofi.
“Katim yang pegang, di surat penangkapan ada nama terdakwa yang menjadi target kami,” katanya.
Sementara itu, Dhabi Gumaira, selaku penasihat hukum terdakwa usai sidang menuturkan proses penangkapan harus mempunyai SK Mendagri, karena yang bersangkutan adalah pejabat negara.

“Sampai sekarang saya tidak melihat surat itu, termasuk di BAP dan dipersidangan,” ucap Dhabi.

Setelah Ofi, giliran terdakwa Murdani yang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Murdani merupakan salah satu terdakwa yang sebelumnya ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama terdakwa Ofi dan Faizal Rochie, atas dugaan perkara penyalahgunaan narkotika.

Sama dengan sidang sebelumnya, persidangan dengan terdakwa Murdani juga dipimpin Ahmad Ardianda Patria, selaku hakim ketua dengan agenda pembacaan surat dakwaan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. korankito.com/ria