Nyabu, Pedangdut Imam S Arifin Ditangkap Polisi

 

Pedangdut senior Imam S Arifin (56) kembali harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Imam ditangkap Satres Narkotika Polres Jakarta Barat, Sabtu (27/86) pukul 16.00 WIB. Saat ditangkap Imam tengah menggunakan sabu.

Polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 0.36 gram, alat timbangan digital, alat hisap dan cangkong. Imam dijerat dengan UU 35 2009 UU Narkotika.

“Tersangka diancam pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun,” terang Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Roycke Langie, dalam rilis kasus yang diadakan di Polres Jakarta Barat, Minggu (28/8).

Imam juga terancam hukuman denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Ketentuan itu berdasarkan Pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Hukumannya tergantung pengadilan nanti. Tentunya gimana nanti masukannya, apakah yang bersangkutan bisa direhab atau bisa dengan proses hukum,” kata Roycke.

Sang penyanyi digelandang polisi usai penggeledahan di unit nomor 3 lantai 17 sebuah apartemen di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni satu buah bong dari botol minuman bayi, sedotan, dan satu buah cangklong atau alat isap sabu.

Kasus sini bukan yang pertama bagi Imam. Ia pernah ditangkap di Medan pada 2008. Ketika itu, ia diganjar hukuman 14 bulan penjara.

Kemudian, ia lagi-lagi terjerat kasus yang sama pada Maret 2010. Ia ditangkap di wilayah Jakarta Pusat dan divonis hukuman enam bulan penjara serta denda Rp 800 juta.

“Yang bersangkutan sudah terjadi tiga kali (ditangkap karena narkoba),” kata Roycke. O wib / berbagai sumber