Bisa Dipercaya

Menata Pendidikan Dari Sudut Negeri

Sutoko -tokoh kito (1)
Drs Sutoko, M.si

Dunia pendidikan Indonesia dari waktu ke waktu tak luput dari beragam sengkarut mulai dari prihal kurikulum, sarana dan prasarana, anggaran hingga soal kesejahteraan tenaga pendidik. Bahkan dengan masygul tercermin pula dunia pendidikan Tanah Air yang tak jua menelorkan produk unggul, tidak sedikit muncul kisah tentang sekolah yang rusak, pelajar yang tawuran dan kriminal maupun kualitas guru yang dibawah standar.

Rupanya, semua itu kerap terngiang dibenak seorang Sutoko. Kendati ia berada jauh di sudut negeri, tidak membuatnya untuk apatis melongok dunia pendidikan. Kiprah sang guru yang kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Lahat itu, secara perlahan menata pendidikan Bumi Seganti Setungguan menjadi yang terdepan dengan moto cerdas, mulia dan berkarakter.

Berita Sejenis
1 daripada 34

Ia yakin apa yang pernah dikatakan Plato bahwa ‘Pendidikan seharusnya melahirkan orang baik dan orang baik akan bertindak mulia.’ Pandangan filsuf itulah yang menjadikan semangatnya untuk pantang menyerah menjadikan sumber daya manusia (SDM) Lahat lebih prima. ‘’Untuk mencapai tujuan pendidikan secara maksimal kami terus melakukan konsolidasi dengan seluruh stakeholder pendidikan, tidak terlepas juga kepala sekolah dan guru agar dapat bekerja secara optimal,’’ ujar Sutoko.

Sosok yang diangkat menjadi orang nomor satu di Diknas Lahat tahun lalu itu mengaku, untuk menjadikan pendidikan lebih baik diawali dengan pembinaan kinerja kepala sekolah. Seorang  kepala sekolah, menurutnya, wajib memiliki kompetensi yang layak dan memiliki kemampuan berinovasi sehingga mampu melakukan terobosan untuk mencapai target pendidikan yang lebih baik. ‘’Disamping itu kepala sekolah harus memiliki karakter dengan memberikan keteladanan sehingga dia mampu menempatkan diri di sekolah sebagai pimpinan, sebagai bapak, sebagai teman, terhadap bawahannya baik dewan guru maupun karyawan,’’ paparnya. Dengan begitu, tambahnya, dipastikan guru dan karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan termotivasi untuk bekerja dan berperestasi lebih baik.

Yang tidak kalah penting juga yakni pelatihan dewan guru, sebab bagaimanapun hebatnya program yang canangkan oleh kepala sekolah tanpa didukung oleh dewan guru yang memiliki SDM andal maka target yang diharapkan tidak mungkin akan maksimal. ‘’Oleh karna itu pelatihan dewan guru mata pelajaran tetap menjadi program prioritas untuk dilaksanakan,’’ tegasnya.

Sutoko juga menjelaskan, agar ‘mesin’ pendidikan di sekolah berjalan baik maka dibentuk tim Aparatur Suvervisi Internal Dinas (ASID). Tim itumemiliki tugas untuk mengawasi dan mensuvervisi kinerja kepala sekolah (audit kinerja). ‘’Sehingga diharapkan kinerja kepala sekolah dapat terus menerus termonitor apakah terget pendidikan yang diharapkan tercapai atau tidak,’’ katanya.

Bukan cuma itu, institusi yang dipimpinnya pun memberikan apresiasi kepada para pelajar yang berprestasi. Paling tidak pekan lalu, digelontorkan beasiswa kepada 190 pelajar SMA dan SMK serta empat mahasiswa berprestasi. Mereka itu terdiri dari, 100 pelajar SMA, 80 siswa SMK dan 10 anak didik yang telah menorehkan prestasi minimal juara 1 tingkat provinsi yang masing-masing mengantongi Rp1 juta. Kemudian empat mahasiswa lainnya masing-masing mendapat gelontoran biaya pendidikan sebesar Rp90 juta untuk tiga tahun atau dibayarkan Rp30 juta per tahun.

Ia berharap, pemberian beasiswa tersebut dapat memberikan semangat kompetitif di kalangan siswa. Sebab jika diberi motivasi yang demikian, mereka akan saling bersaing untuk berprestasi agar mendapatkan beasiswa seperti rekan-rekannya yang telah menerima lebih dulu. “Ini akan menjadi pemicu bagi mereka yang belum mendapatkan beasiswa. Jadi, akan timbul semangat bersaing dan menyebabkan kualitas SDM kita meningkat,” tuturnya. korankito.com/resha