Komisi V Sayangkan Ijazah SMA Terlambat Dibagikan

617068_469457943093397_1871360895_o

Palembang – Komisi V DPRD Sumsel menyayangkan masih banyak lulusan SMA/SMK se Sumsel yang belum mendapatkan ijazahnya. Padahal, ijazah tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi siswa yang berencana melamar pekerjaan. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi V DPRD Sumsel, Rizal Kennedy, ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/8).

Menurutnya, keterlambatan ijazah tersebut akan menghambat siswa yang berencana melamar pekerjaan, karena banyak perusahaan yang meminta pencari kerja melampirkan ijazahnya dan tidak menerima pendaftar yang hanya melampirkan surat keterangan hasil ujian (SKHU).

“Sampai saat ini, masih banyak lulusan SMA/SMK di Sumsel yang belum menerima ijazahnya, ini berdasarkan laporan wali murid yang kami terima. Kondisi ini jelas kami sayangkan, karena menghambat siswa, terutama bagi mereka yang ingin mendaftar pekerjaan usai tamat sekolah,” kata Rizal.

Keterlambatan ini kata Rizal, bukan terjadi tahun ini saja, tetapi sudah berlangsung sejak tahun 2015. Ia pun berharap Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sumsel yang bertanggung jawab mengeluarkan ijazah, untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, dan kedepan tidak mengulanginya lagi.

“Keterlambatan (ijazah) ini sudah tahun kedua, tahun kemarin terlambat dan tahun ini terlambat lagi. Artinya, Diknas selaku pihak yang bertanggung jawab harus mencari titik permasalahannya, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di tahun mendatang,” kritik Politisi PPP ini.

Menurut Rizal, paling tidak pembagian ijazah dilakukan satu bulan setelah pengumuman kelulusan, bukan seperti sekarang ini, sudah hampir empat bulan, siswa belum juga menerima ijazahnya.

“Tahun kemarin, mereka (Diknas,red) beralasan format ijazah dari pusat terlambat dikirimkan, tapi kenyataannya di provinsi lain sudah ada ijazah yang selesai. Tahun ini, kita tidak tahu apa alasannya, yang pasti untuk dana sudah kita anggarkan di APBD Sumsel, tetapi ternyata masih terlambat juga,” pungkas Rizal. (korankito.com/reno)