Pastikan Hak Anak Terpenuhi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak YembisePalembang-Anak adalah “buah hati”. Anak seyogianya dipandang sebagai aset berharga suatu bangsa dan negara di masa mendatang sehingga harus dijaga dan dilindungi hak-haknya.

Hal ini karena bagaimanapun juga di tangan anak-anaklah kemajuan suatu bangsa akan ditentukan. Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.

Selain pemerintah, masyarakat, keluarga, dan khususnya orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. Setiap Anak Indonesia berhak atas hak-hak dasarnya yang perlu diketahui oleh orang tua, saudara, tetangga dan orang lain di sekitarnya.

Untuk memastikan setiap anak di Palembang mendapatkan hak dan perlindungan terutama dari pemerintah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Harapan Mandiri dikunjungi, Kamis (25/08).

Menurutnya, untuk saat ini salah satu tugas utamanya adalah memastikan tidak ada lagi kekerasan yang dialami oleh anak di Indonesia termasuk di Palembang, Sumatera Selatan. Selain itu, ia berupaya agar hak anak seperti mendapatkan pendidikan dan proses pembelajaran harus seimbang baik di perkotaan, di pedesaan maupun yang berkebutuhan khusus.

“Ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kami. Kunjungan ini merupakan salah satu upaya kepedulian yang dilakukan pemerintah untuk memastikan hak anak tersebut. Karena, hak tersebut harus dimiliki oleh semua anak yang ada di Indonesia baik di sekolah umum maupun SLB seperti ini. Mereka harus mendapatkan hak pendidikan yang sama,” tegas Yohana yang mengenakan baju batik berwarna merah.

Dikatakannya, pihaknya akan memastikan tidak ada lagi kekerasan yang dialami oleh anak dan perempuan kedepannya. Diakuinya, dirinya dan pihaknya akan melakukan upaya perlindungan dengan bantuan dari pihak pemerintah baik dari pusat maupun di daerah masing-masing.

“Tugas pemerintah adalah memastikan agar tidak ada lagi perlakukan diskriminasi kepada anak yang ada di Indonesia. Untuk di Sumsel sendiri, perlakukan yang baik dalam memberikan hak pada anak sudah tergolong baik,” ujarnya. O eja