Ekskul Panahan SMPN 3 Sangat Diminati Siswa

IMG_20160823_153608_AO_HDRPalembang –Sedikitnya 32 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Palembang, antusias mengikuti latihan ekstrakurikuler (ekskul) panahan. Ekskul panahan di SMP N 3 ini bekerjasama dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota palembang.

Kepala SMP N 3 Palembang Anshori mengatakan, ekskul panahan ini baru berumur setahun, namun animo siswa sangat tinggi sehingga pihaknya intens mengadakan latihan dengan sarana dan prasarana yang terbatas.

“Tujuannya untuk memunculkan insan olahraga dalam cabang panahan dari tingkat sekolah. Animo siswa cukup tinggi karena kami juga menerima murid dari sekolah lain. Bahkah, dari tingkat SMA dan beberapa mahasiswa pun ikut berlatih di sekolah kami,” terang Anshori di ruang kerjanya, di SMPN 3 Jalan Dwikora Palembang.

Diakuinya hambatan dalam ekskul ini adalah minimnya sarana dan peralatan panahan. “Ada 32 siswa yang ikut ekskul panahan, kita bekerjasama dengan KONI Kota Palembang. Latihan seminggu 4 kali, Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Saat ini, kita hanya ada 5 buah busur, yang kita butuhkan sekitar 15 unit harga per setnya mencapai Rp5 jutaan,” tegasnya.

Untuk menutupi kekurangan itu, pihak sekolah membuat busur paralon dan bambu. “Jadi, siswa dan pelatihnya merakit sendiri busur dan anak panahnya dengan pembiayaan dari pribadi saya sendiri,” ujarnya.

Pelatih panahan SMPN 3 sekaligus wakil Sekum Perpani Kota Palembang, M Nuris menambahkan, latihan pemula atau yang baru saja bergabung akan dilatih fisiknya terlebih dahulu lalu posisi berdiri dan cara memegang busur yang benar.

“Yang pertama dilatih ialah teknik dasar, seperti posisi berdiri, cara memegang handle busur, cara menarik tali dan teknik rilis anak panah,” jelas Nuris.

Untuk pemula yang berlatih teknik dasar biasanya memakan waktu sampai 3 bulan dengan jarak 10-15 meter. Untuk yang mahir, digunakan standar pertandingan yaitu 30 meter. Busur yang pakai itu standar yang dipakai atlet Indonesia,  busur standar bow dengan jarak panah 30-50 m.

“Totalnya ada 55 orang yang berlatih panahan di SMPN 3, dari mahasiswa dan siswa dari sekolah lainnya, termasuk sekolah alam ada. Kita tidak menarik biaya pendaftaran maupun bulanan, karena kita sudah tergabung dalam Koni Kota Palembang,” katanya.

Dijelaskannya, untuk nama klubnya saat ini adalah Sriwijaya Archery Klub yang sebelumnya bernama Spenta Archery Klub. “Kita adakan try out untuk mengasah kemampuan dari materi anak tersebut. Yang dinilai point ketepatan sasaran sesuai jarak yang diberlakukan untuk pertandingan,” pungkasnya.korankito.com/ejak