Atlet NPC Sumsel Kurang Makan

P_20160826_101013Palembang-Merasa kurang beruntung, para atlet disabilitas Sumsel yang berada di bawah payung National Paralympic Committe (NPC) Sumatera Selatan mendatangi Pemprov Sumsel. Bahkan tiga atletnya dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena penyakit maag akibat tidak mendapat suplai makanan yang layak.

Ketiga atlet tersebut adalah Ilman Firmansyah, Septian, dan Kiki. Ketiga atlet ini didiagnosia memiliki penyakit maag. Meskipun sudah dipulangkan, hanya Kiki saja yang masih dirawat jalan di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang.

Atas dasar itu, Ryan bersama sepuluh rekan lainnya segera menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan untuk mengadukan nasibnya. Namun sayang, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel menolak untuk menemui dengan alasan sedang rapat.

“Kami sedang dalam kesulitan dana. Akibatnya, atlet kami kekurangan makan bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit. Itulah kami datang ke sini untuk memberitahukan kepada pihak pemerintah,” ujar Ketua NPC Sumsel Ryan Yohwari, Jumat (26/8).

Ryan mengungkapkan selama ini NPC Sumsel tidak mendapatkan makanan yang layak untuk seorang atlet. Kucuran dana dari pihak pemerintah pun belum mereka terima, sehingga mereka bertahan ala kadarnya. Padahal, saat ini mereka tengah bersiap menyongsong perhelatan akbar Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) yang akan digelar usai PON, September ini.

Jangankan untuk memenuhi kebutuhan membeli perlengkapan berlatih, untuk memenuhi gizi ke-70 atlet disabilitas tersebut saja sudah susah. Padahal mereka yang kelak akan mengharumkan nama Sumsel di kancah nasional meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik.

“Kami tidak masalah jika tak diberi honor. Tapi kami juga butuh makan,” tegasnya yang juga mantan atlet bulutangkis disabilitas tingkat internasional tersebut.

Sementara itu Asisten III Bidang Kesra Akhmad Najib menanggapi bahwa yang sudah dianggarkan adalah Pelatda PON, dalam hal ini KONI. Sementara untuk Peparnas karena telah lepas dari KONI maka sementara ini di bawah langsung Kadispora Sumsel.

“Memang yang sudah terpogram itu Pelatda untuk PON. Karena NPC ini sudah tidak berada di bawah KONI lagi, maka akan kita cari lagi solusinya. Kalau bisa, solusi yang tidak menimbulkan masalah,” ujar Najib. (korankito.com/resha)