Perampas Motor Kembali Disel

 

Edarkan ShabuPalembang- Setelah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Pakjo, Palembang, Aditya Nugraha alias Adit (21),warga Desa Ibul III, Kabupaten Ogan Ilir (OI), kembali harus mendekam di balik jeruji Polsekta Seberang Ulu I, Palembang.

Adit ditangkap polisi lantaran terlibat kasus pencurian terhadap korban Hanny Setiaji dan Kiki, di atas Jembatan Kedukan, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, 17 Agustus lalu.

Kejadian tersebut merenggut nyawa Kiki di lokasi kejadian setelah dikeroyok dan ditikam oleh Adit bersama tiga temannya yang saat ini masih dalam pengejaran anggota Polsek SU I.

Kejadian bermula saat korban sedang duduk di atas Jembatan Kedukan didatangi para pelaku yang berjumlah empat orang. Mereka langsung menyerang kedua korban yang sedang asyik nongkrong.

Saat itu seorang pelaku, mengeluarkan sebilah pisau yang langsung dihujamkan ke korban Kiki sehingga meregang nyawa di lokasi kejadian. Setelah itu, tersangka Adit melarikan sepeda motor milik korban.

Kapolsek SU I AKP M Khalid Zulkarnen mengatakan, penangkapan pelaku setelah pihaknya menerima laporan dari korban. Pelaku ternyata merupakan residivis, yang sebelumnya pernah dipenjara di Polse IB II Palembang. “Setelah bebas dari masa tahanannya, kita tangkap lagi untuk mempetanggungjawabkan perbuatannya,” katanya, Kamis (25/8).

Modus operandi yang digunakan oleh pelaku, mendekati korban bersama teman-temannya dan langsung menikam korban. “Ada tiga orang lagi yang masih dalam pengejaran.Barang bukti kita amankan satu unit motor, dan kunci T, pelaku akan dikenakan pasal 365 dan 170 KUHP,” katanya.

Tersangka Adit sendiri mengakui perbuatannya. Menurutnya, sebelum mencuri sepeda motor korban, terjadi perkelahian antara Reza dan korban. Lantas, mereka kalah dalam perkelahian, Reza mengajak teman-temanya untuk menemui Hanny dan Kiki.

Di sanalah, Hanny dan Kiki dikeroyok oleh dirinya bersama rekan lainnya. Lantas, pelaku Reza menancapkan pisau yang ia bawa ke arah Kiki. Setelah roboh bersimbah darah, dirinya langsung membawa sepeda motor dan menjualnya ke kawasan Plaju.

“Yang ngajak itu Reza. Yang menjual motor itu juga Reza, saya hanya dapat jatah Rp700 ribu. Uangnya digunakan untuk biaya hidup keluarga. Kalau teman saya itu, kabarnya lari ke Jakarta, tapi saya tidak pernah ketemu,” ungkapnya.Deny

 

====