Diknas Tingkatkan Kualitas SDM Lewat AKN Lahat

 

AKN (1)Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan manusia Indonesia berkualitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, berkomitmen melakukan hal itu lewat pendidikan yang mampu memberdayakan generasi muda tangguh dalam bersaing serta siap mengelola potensi daerah.

Salah satunya, program kuliah gratis yang sudah digagas serta direalisasikan Bupati Lahat, H Aswari Riva’i sejak setengah dekade terakhir lewat Akademi Komunitas Nasional (AKN). Program tersebut telah digulirkan pemerintahan Aswari setelah punya impian bahwa ia tidak ingin masyarakat Bumi Seganti Setungguan menjadi penonton di negeri sendiri, ditengah sumber daya alam (SDA) berlimpah yang sebagian besar dikelola orang dari luar Lahat. Aswari lalu merangkai impian, kalau Lahat memiliki kekayaan SDA maka harus punya sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mengelolanya sehingga menjadi kemaslahatan bagi rakyat Lahat. ‘’Peningkatan kualitas sumber daya manusia memang menjadi komitmen kami, agar orang Lahat siap bersaing serta mampu menatap ke depan untuk maju,’’ tegas Aswari.

Sejarah itu mulai terjadi Mei 2014, Aswari bersama perangkat terkait berangkat ke Jakarta memenuhi undangan Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi (Kemendikti dan Ristek) untuk presentasi perlunya sebuah pendidikan tinggi di Lahat. Kala itu ada 60 kabupaten/kota se-Indonesia yang memiliki maksud serta tujuan yang sama dengan Aswari.

Rupanya, perjuangan Aswari tidak sia-sia, Ditjen Dikti kemudian menerbitkan surat keputusan No : 4807/E.E2.1/KL/2014 tertanggal 26 Juni 2014 tentang Kabupaten Lahat sebagai salah satu kabupaten yang disetujui menyelenggarakan AKN pada 2014. Selain Lahat, Dikti juga mengeluarkan surat keputusan untuk 17 kabupaten/kota di Indonesia sebagai penyelenggaran AKN.

Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1, kini sudah dua tahun lebih AKN Lahat menggelar kuliah untuk sekitar 380 mahasiswa tanpa biaya, karena Bupati Aswari telah mengalokasikan APBD untuk biaya kuliah para mahasiswa selama empat semester dan tahun ini AKN Lahat diagendakan mewisuda mahasiswa angkatan pertama.

Menurut Koordinator AKN Lahat, Sutoko, kuliah gratis diberikan kepada para mahasiswa selama empat semester karena memang jenjang pendidikan AKN itu selama dua tahun. ‘’Setelah mereka menyelesaikan studi selama dua tahun lalu diwisuda, diharapkan mereka dapat bekerja di sejumlah perusahaan sesuai dengan kompetensinya. Nah kalau mereka ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi D3 atau S1 diharapkan bisa membayar biaya kuliah sendiri soalnya mereka sudah punya gaji dari kerjanya,’’ papar Sutoko.

AKN Lahat saat ini termasuk nominasi 10 besar AKN terbaik secara nasional. Atas prestasi itu Ditjen Dikti mendrop 12 dosen untuk AKN Lahat serta digelontorkannya dana BOP Dikti Rp5 miliar mulai tahun ini. Saat ini AKN Lahat memiliki tiga program studi, teknik elektro PLTU, pertambangan batu bara dan perawatan alat berat dan  masing-masing prodi memiliki sekitar 64 mahasiswa.

Saat ini, urainya, AKN Lahat dibawah pembinaan perguruan tinggi negeri (PTN) UNP artinya sebagian besar tenaga pengajar berasal dari kampus pembina dan sebagian lagi dari Lahat.  Ditargetkan tahun depan, AKN Lahat akan melepas diri dari UNP setelah dilakukan cloning system pendidikan telah dilakukan secara optimal sesuai persyaratan. Antara lain, harus memiliki lahan dan gedung sendiri maupun telah menyusun penguatan dokumen statuta,’’ katanya.

Untuk lokasi kampus, Pemkab Lahat telah menyiapkan lahan 7,5 hektare di Desa Manggul, Kecamatan Kota Lahat, kemudian dikucurkan pula dana APBD Rp2 miliar untuk pembangunan gedung kampus yang akan dimulai tahun ini.(resha/diknas)