Tembak-Tembakan, Warnai Penangkapan Narkoba

P_20160823_101919

Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 500 gram jenis shabu-shabu dan 2000 butir pil ektasi asal kota Medan yang hendak diedarkan di wilayah Sumatera Selatan.

Turut juga diamankan Yusmaer Elfan (43) warga Jalan Titi Pahlawan, Gang Pringgan Lingkungan 08, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, yang membawa barang haram tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya pelaku Elfan, bermula adanya laporan masyarakat, yang mengatakan akan ada transaksi narkoba partai besar, di Jalan Letjend Harun Sohar, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dari situ, anggota BNNP Sumsel langsung melakukan penyelidikan dengan mengerahkan anggotanya ke lokasi. Pada Minggu (21/8) sekitar pukul 03:00 dini hari, datang sebuah mobil Avanza warna hitam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat hendak melakukan transaksi di lokasi, pemilik mobil berinisial B yang sudah mengetahui kedatangan anggota BNNP Sumsel langsung melarikan diri, sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran antara petugas dan para tersangka.

Petugas BNNP Sumsel, sempat mengeluarkan tembakan kearah mobil Avanza tersebut, namun tersangka dengan gigih melarikan diri. Tersangka B berhasil kabur, setelah mobil miliknya ditinggal di pinggir jalan.

Barang haram narkoba itu, ditemukan anggota BNNP Sumsel di dalam tas berwarna hitam dengan terlebih dahulu dibungkus dengan plastik bening yang dibawa Yusmar ketika ditangkap saat akan memberikan ke tersangka B.

“Kita sudah intai dia, karena gelagat pelaku ini mencurigakan. Dia mengarah ke sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam yang sudah menunggu disana. Saat itulah kita tangkap dia, sedangkan B berhasil kabur,” ujar Kepala BNNP Sumsel, Brigjend Pol M Iswandi Hari.

Dalam gelar perkara yang dilakukan di Kantor BNNP Sumsel, Selasa (23/8) pagi, ia juga mengatakan narkoba itu, dibawa oleh Elfan dari Medan menuju ke Palembang, dengan menumpang sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Lanjutnya, terungkapnya peredaran narkoba ini, berkat adanya laporan masyarakat yang mengatakan akan ada transaksi narkoba dengan jumlah besar dikawasan tersebut.

“Jadi penangkapan ini berkat kerja sama yang apik dari masyarakat dan petugas BNN. Setelah kita mendapatkan laporan tersebut, kita langsung melakukan pengintaian dan menangkap pelaku,” terang Iswandi.

Ditambahkannya, meski pelaku B berhasil kabur. Namun menurut Iswandi, saat ini pihaknya telah mengetahui identitasnya. Tak hanya barang haram narkoba, pihaknya mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza milik B.

“Berdasarkan penyelidikan sementara, Yusmar sudah dua kali mengirimkan narkoba tersebut dari Medan ke Palembang. Kita masih kembangkan tentang peran dari Yusmar ini,” tuturnya.

“Namun, dengan apa yang telah diperbuatnya, Yusmar akan kita jerat dengan pasal 112 dan 114 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, dan 20 tahun penjara,” tambahnya.

Menurutnya, penangkapan ini contoh bagi masyarakat agar tidak takut memberikan informasi, jika terjadi traksaksi narkoba di wilayahnya. Pasalnya peran masyarakat sangat penting dalam memerangi peredara narkoba di Indonesia.

“Jadi walaupun kita sudah melakukan penangkapan dalam jumlah besar namun nyatanya hanya 20 persen dari peredaran narkoba di Indonesia. Untuk itulah peran aktif masyarakat sangat diperlukan,” terangnya.

Ditanya mengenai peredaran narkoba di Sumsel. Saat ini Sumsel berada di urutan ke 21 dari 34 provinsi, dan mudah-mudahan kedepannya Iswandi berharap peredaran narkoba di Sumsel terus menurun.

“Jadi Sumsel tidak termasuk 11 dari kota yang rawan narkoba. tu berkat kerja kita sama-sama,” tutupnya. (korankito.com/denny)